Potensi Paslon Tunggal Pilkada, Politisi Demokrat: Defisit Demokrasi

Potensi Paslon Tunggal Pilkada, Politisi Demokrat: Defisit Demokrasi
Ilustrasi pilkada ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 13 Februari 2020 | 05:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Potensi pemilihan kepala daerah (pilkada) hanya diikuti pasangan calon (paslon) tunggal sangat terbuka. Terlebih di daerah yang petahana kepala daerah maju untuk periode kedua kepemimpinan.

“Terkait kemungkinan maraknya paslon tunggal, jelas itu sangat mungkin terjadi dalam proses demokrasi di Indonesia. Terutama di daerah yang masih ada petahana maju berkontestasi,” kata Ketua DPP Partai Demokrat, Irwan saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Menurut Irwan, petahana memiliki jaringan kuat untuk memborong seluruh dukungan partai politik (parpol). Irwan menyatakan paslon tunggal sejatinya berdampak negatif bagi demokrasi. Sebab kesempatan munculnya calon pemimpin daerah menjadi terhambat.

“Petahana pasti punya akses kuat borong partai-partai di tengah pragmatisme partai agar bisa masuk dalam kekuasaan. Ya ada defisit demokrasi jika fenomena calon tunggal ini signifikan,” ungkap anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur tersebut.

Di sisi lain, Irwan menilai koalisi parpol yang sekarang terjadi di tingkat pusat memang berpeluang juga terjadi di daerah. Hanya saja, Irwan meyakini koalisi tingkat lokal akan lebih dinamis. Pasalnya, komposisi pemenang Pemilu Legislatif di provinsi, kabupaten, dan kota berbeda dengan nasional.

“Koalisi di pusat tentu sangat mungkin diamplifikasi terwujud di daerah. Tetapi saya yakin tidak serta merta garis lurus seperti itu. Sebaliknya koalisi di daerah lebih dinamis, karena komposisi suara partai yang beda jauh petanya dengan pemenang di nasional,” ujar Irrwan.

Irwan menambahkan, faktor petahana pun memengaruhi koalisi parpol dalam pilkada.

Secara terpisah, Ketua DPC PD Solo, Jawa Tengah, Supriyanto menjelaskan alasan partainya ikut mendukung Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wali kota Solo. Menurut Supriyanto, DPC PD Solo juga sudah meminta izin Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono.

Supriyanto menyatakan Gibran sosok muda yang tentu mempunyai pemikiran dan semangat memajukan Solo. Supriyanto mengakui partainya tidak mempunyai kursi di DPRD Solo. Supriyanto juga menyebut Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo berpeluang diikuti satu paslon.



Sumber: BeritaSatu.com