Sikapi Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama

Sikapi Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART). ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Kamis, 13 Februari 2020 | 08:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART) merespon pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyatakan bahwa agama menjadi musuh terbesar Pancasila.

ART mengatakan, Pancasila itu tidak bisa dipisahkan dari agama, karena kelima sila dalam Panccasila terilhami oleh nilai-nilai agama, terutama agama Islam.

"Saya tegaskan ya, Pancasila itu tak bisa dipisahkan dari agama," tegas ART dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menyesalkan pernyataan seperti itu disampaikan oleh seorang Kepala BPIP yang seharusnya berada di garis terdepan menjaga dan membumikan nilai Pancasila.

"Saya sesalkan, kenapa pernyataan seperti itu dinyatakan oleh seorang kepala BPIP yang mestinya menggawangi Pancasila itu sendiri," ujar ART.

ART menyatakan akan memaklumi jika pernyataan tersebut dilontarkan di lingkungan akademik dan menjadi diskursus di lingkungan kampus.

"Tapi beliau sekarang bukan seorang rektor lagi dan tidak sedang mengajar di hadapan mahasiswa. Beliau mestinya menyadari bahwa beliau adalah pejabat publik dan bicara di media," terang senator asal Sulawesi Tengah ini.

Seperti diketahui, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam suatu wawancara dengan wartawan mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

"Si minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," kata Yudian.  



Sumber: BeritaSatu.com