Pilkada 2020, Parpol Diminta Dorong Figur Milenial Unjuk Gigi

Pilkada 2020, Parpol Diminta Dorong Figur Milenial Unjuk Gigi
Politisi muda Faldo Maldini, Rian Ernest, Tsamara Amany dan Dara Adinda Nasution usai sidang perdana uji materi UU Pilkada soal batas usia calon kepala daerah di MK, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. ( Foto: dok )
Carlos KY Paath / FMB Kamis, 13 Februari 2020 | 11:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak akan dilaksanakan di 270 daerah yang terdiri atas sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah berlangsung pada 23 September 2020. Pendaftaran pasangan calon (paslon) memang baru dibuka pada 16-18 Juni 2020.

Akan tetapi sejumlah partai politik (parpol) sudah ada yang merekomendasikan figur tertentu sebagai paslon. Beberapa kalangan memprediksi Pilkada Serentak 2020 bakal banyak diikuti kaum muda. Parpol pun diharapkan dapat memberi kesempatan dan mengusung generasi muda.

"Partai politik harus mendorong mereka-mereka dari kaum muda untuk maju dan memenangkan pilkada di daerah masing-masing," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Kamis (13/2/2020).

Kalangan muda yang terlihat keseriusannya maju pilkada di antaranya Gibran Rakabuming Raka di Solo, Hanindhito Himawan Pramana di Kediri, Bobby Nasution di Medan, Rian Ernest (jalur independen) di Batam, dan Eko Wahyudi di Tuban, termasuk tokoh-tokoh muda lain.

"Pilkada Serentak 2020 menjadi ajang generasi muda untuk maju sebagai pemimpin daerah. Generasi muda pasti bisa bersaing, bahkan dipercaya rakyat. Asalkan, memiliki strategi yang jitu untuk meraih simpati rakyat tersebut," ujar Ujang.

Ujang pun menyebut, "Pilkada jadi kesempatan dan peluang bagi kaum milenial untuk tampil dan berperan di kancah politik. Sekarang ini memang era baru di mana kaum milenial akan banyak terjun di politik nasional maupun lokal."

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan PDIP membuka diri terhadap anak-anak muda Indonesia, apalagi banyak pemimpin muda dari PDIP yang berhasil.

"Ibu Megawati dalam pengarahannya (saat Rakernas PDIP) juga menegaskan partai membuka diri terhadap anak muda Indonesia untuk bersama dengan partai," kata Sekretaris Jenderal (sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto seraya menerangkan PDIP bakal mengumumkan 44 calon kepala daerah pada waktu yang tepat.

Hal senada disampaikan Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan. "Kami sekarang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi yang siap jadi pemimpin, termasuk mereka yang muda. Proses itu sedang berjalan. Kami sudah punya pengalaman, mksalnya bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Hafur Ma'sud," kata Hinca.

Abdul merupakan ketua DPC PD Balikpapan, Kaltim yang menang pilkada dengan usia muda yaitu 31 tahun. Abdul melawan kompetitor sarat pengalaman dan berumur lebih tua. Di sisi lain, menghadapi Pilkada Serentak 2020, PD ikut mendukung Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wali kota Solo. Meski PD tidak mempunyai kursi di DPRD Solo.

Gibran telah menyiapkan strategi demi memenangkan Pilkada. Gibran merahasiakan strategi itu. Gibran hanya menekankan perlunya blusukan. "Pokoknya selalu turun ke masyarakat. Blusukan ke gang-gang kecil mendengarkan keluhan warga, itu saja," kata Gibran di Solo, Selasa (11/2/2020).

Metode blusukan juga dipakai Eko Wahyudi di Tuban. "Saya terus blusukan bertemu langsung dengan masyarakat. Bagi saya silaturahmi harus tetap dijaga. Pemimpin itu tugasnya melayani rakyat," demikian kata Eko, lulusan SMK Taruna Jaya Tuban yang menjadi pengusaha sukses pemilik Timbul Group. 



Sumber: BeritaSatu.com