Pemerintah Akan Kirim Tim untuk Data 689 Kombatan ISIS Eks WNI

Pemerintah Akan Kirim Tim untuk Data 689 Kombatan ISIS Eks WNI
Moeldoko. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 13 Februari 2020 | 14:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah melakukan verifikasi data terkait ISIS eks WNI yang ada di beberapa negara seperti Turki dan Suriah.

Untuk itu, pemerintah akan mengirimkan tim untuk melihat dan mendata secara detail dari jumlah 689 ISIS eks WNI tersebut. Dari pendataan tersebut akan diketahui secara detail, berapa jumlah anak-anak, ibu-ibu dan kombatan.

“Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah melakukan verifikasi. Pendataan secara detail, akan dikirim tim dari Indonesia untuk melihat, mendata secara detail siapa-siapa itu dari jumlah 689 orang dari anak-anak, ibu-ibu dan kombatan akan didata dengan baik,” kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Ini Alasan Presiden Sebut ISIS Eks WNI

Menurut Moeldoko, verifikasi data ISIS eks WNI tersebut direncanakan akan memakan waktu antara tiga hingga empat bulan. Tim tersebut merupakan gabungan dari berbagai lembaga pemerintah, diantaranya KSP dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“(Verifikasi) Direncanakan antara 3-4 bulan. (Tim) bisa dari gabungan, dari BIN, BNPT dan kepolisian. Itu nanti tergantung dari instansi yang bersangkutan. Tapi arahannya kemarin adalah akan mengirimkan tim untuk verifikasi,” ujar Moeldoko.

Jokowi Tegaskan Nasib 689 WNI Eks ISIS Bukan Tanggung Jawab Pemerintah

Setelah mendapatkan data secara detail dan pasti terkait 689 teroris lintas batas ini, lanjut Moeldoko, maka pemerintah akan melakukan penjagaan dan pemantauan ketat terhadap tempat-tempat yang kemungkinan akan menjadi “perembesan” untuk masuk ke Indonesia secara ilegal oleh ISIS eks WNI tersebut.

“Setelah kita data, pastinya kita akan mewaspadai tempat-tempat yang menjadi perembesan. Kita sudah antisipasi dengan baik, dari imigrasi, dari seluruh aparat yang berada di perbatasan, akan memiliki awareness yang lebih tinggi,” ujar Moeldoko.



Sumber: BeritaSatu.com