Moeldoko Tegaskan 689 Kombatan ISIS Eks WNI Berstatus Tanpa Negara

Moeldoko Tegaskan 689 Kombatan ISIS Eks WNI Berstatus Tanpa Negara
Kelompok militan Islamic State ( Foto: bbc.com )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 13 Februari 2020 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan dengan tegas status kewarganegaraan 689 kombatan ISIS eks WNI saat ini adalah stateless (tidak punya negara). Menyusul istilah yang dipakai Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan lagi WNI eks ISIS melainkan ISIS eks WNI.

“Sudah dikatakan stateless,” tegas Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Moeldoko, status stateless bagi ISIS eks WNI telah sangat tegas diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Selain itu, status stateless didapatkan karena keinginan mereka sendiri dengan melakukan pembakaran paspor.

Ini Alasan Presiden Sebut ISIS Eks WNI

“Itu sudah sangat tegas dalam UU tentang kewarganegaraan. Ya karena mereka sendiri yang menyatakan sebagai stateless. Pembakaran paspor adalah suatu indikator,” kata Moeldoko.

Bagi kombatan yang diduga masih memiliki paspor, Moeldoko menyatakan pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk mencegah dan menangkal mereka masuk ke Indonesia. Sebelum itu, Pemerintah akan melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap 689 ISIS eks WNI tersebut.

“Itu tadi, masuk dalam verifikasi. Jangan buru-buru. Hasil verifikasi akan menentukan,” ujar Moeldoko.

LPSK: Anak dan Istri Eks ISIS Bukan Korban

Seperti diberitakan, terkait status kewarganegaraan 689 FTF ini, Jokowi memang tidak menyatakannya secara eksplisit. Namun secara tersirat, Jokowi sudah tidak lagi menganggap mereka sebagai WNI.

Hal itu terlihat dari pengucapan sebutan 689 FTF ini oleh Jokowi. Mantan Gubernur DKI ini tidak menyebut mereka sebagai WNI eks ISIS, melainkan ISIS eks WNI.

“Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada disana, ISIS eks WNI,” ungkap Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com