Politikus PAN: Intinya Kita Tak Bermusuhan dengan Pemerintah

Politikus PAN: Intinya Kita Tak Bermusuhan dengan Pemerintah
Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kemenangan usai perhitungan suara hasil Kongres V PAN, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Zulkifli Hasan meminta kader PAN bersatu dibawa bendera partai. ( Foto: ANTARA FOTO / Jojon )
Carlos KY Paath / WM Kamis, 13 Februari 2020 | 20:14 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menegaskan posisi partainya terhadap pemerintah secara resmi akan ditentukan. Bara hanya memastikan PAN tidak bermusuhan dengan pemerintah.

"Posisi resmi akan ditentukan. Tentu masuk pemerintah enggak bisa begitu saja. Harus ada kesepahaman. Komunikasi dengan seluruh partai pasti dong terus dibangun," kata Bara, kepada Beritasatu.com, Kamis (13/2/2020).

Disinggung mengenai kemungkinan PAN tetap bersikap kritis ke pemerintah, menurut Bara, segala kemungkinan tetap terbuka. "Selama kita di luar pemerintah sama seperti sekarang yang jelas kalau diperlukan kritis, kita akan kritis. Tapi intinya kita tidak bermusuhan dengan pemerintah. Kita ber-partner (mitra)," ujar Bara.

Bara pun enggan menanggapi lebih lanjut terkait posisi mantan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais seusai Kongres V PAN. Bara hanya menyebut kini PAN menjadi partai modern dengan pemimpin utama ketua umum (ketum).

"Nanti kita lihat (soal posisi Amien). Hanya yang jelas ini era baru di PAN. Kemenangan Zulkifli Hasan secara simbolis mengakhiri dominasi satu orang. Mulai sekarang ketua umum pemimpin utama. Tidak dibayangi oleh dominasi satu orang lagi," tegas Bara.

Diketahui, Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketum PAN Periode 2020-2025 dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Zulkifli meraih suara lebih banyak dari calon ketum lainnya yakni Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo. Zulkifli meraih 331 suara, Mulfachri 225 suara, dan Dradjad 6 suara.

Mengenai posisi PAN setelah kongres, Zulkifli memang tidak memberi penegasan. Keputusan bakal diambil saat rapat kerja nasional (rakernas) yang belum ditentukan waktunya. Zulkifli sedikit menyinggung terkait PAN yang akan mengalami kerugian jika menjadi oposisi seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya (slogannya) oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita. Kita akan jadi mitra kritis, bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi. Masuk tidak, oposisi juga tidak," ungkap Zulkifli.

Zulkifli pun belum menentukan posisi Amien Rais dalam struktural PAN. "Nantilah kita kan baru, nanti kita diskusikan lagi (dengan para senior PAN)," ucap mantan ketua MPR tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com