Hasil Uji Kepatutan Bakal Cawalkot Solo Sudah Rampung

Hasil Uji Kepatutan Bakal Cawalkot Solo Sudah Rampung
Tiga bakal calon Wali Kota Solo yang menjalani uji kelayakan di DPP PDIP hari ini (10/2/2020). Mereka adalah Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakosa. ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 14 Februari 2020 | 10:21 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah memiliki hasil uji kepatutan dan kelayakan terhadap bakal calon wali kota Solo, Jawa Tengah. Meski begitu, PDIP belum mengeluarkan rekomendasi nama yang nantinya diusung dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.

"Hasil fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) sudah, rekomendasinya belum," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto di Semarang, Jumat (14/2/2020).

Bambang menjelaskan rekomendasi pasangan calon (paslon) PDIP pada Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 akan disampaikan empat tahap. Tahap pertama kemungkinan disampaikan akhir Maret.

"Pasti hampir semua rekomendasi di PDIP keluar akhir Maret selesai 270 daerah. Bertahap. Mungkin minggu depan sudah ada yang keluar mungkin berapa. Nanti belakangan berapa. Empat tahap sampai akhir Maret. Tahap I mungkin minggu depan," ungkap Bambang.

Diketahui, Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan yang dilaksanakan PDIP sebagai bakal calon pemimpin Solo. Proses berlangsung di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Di sisi lain, Bambang menegaskan, PDIP sangat memberi peluang generasi muda terjun ke dunia politik. Sebab pemilih muda sangat signifikan, aplaagi ada Pemilu 2024.

"Anak-anak muda ini kan pemilih dengan jumlah terbanyak. Sekarang kan banyak. Saya kira nanti ke depan 2024 pemilih pemula menggelembung. Nah ini aspirasi kan harus diakomodasi," ujar Bambang.

Menurut Bambang, dirinya tentu tidak cocok apabila mendengarkan aspirasi kalangan muda. "Supaya yang mengakomodasi itu yang sejenis. Bambang 'pacul' mendengarkan aspirasi anak-anak muda ya pasti susah paham. Tapi kalau sama-sama muda kan gampang. Bahasanya nyambung. Gayanya nyambung," kata Bambang.

Bambang pun menyebut, "Substansinya nanti dilihat, maka PDIP kalau anak-anak muda dapat prioritas juga oke. Sesuai dengan perkembangan zaman. Tapi anak muda yang anak mudaan? Ya enggak. Anak muda yang punya kualitas, maka kalau anak-anak muda ikut pilkada di PDIP pasti ikut fit and proper test."



Sumber: BeritaSatu.com