Politisi Golkar: Wajar Menteri Prabowo Subianto Populer

Politisi Golkar: Wajar Menteri Prabowo Subianto Populer
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan (LK) Kemhan/TNI TA 2019 dan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan dari Menhan RI kepada Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Bidang Polhukam Dr Hendra Susanto, ST, M.Eng, MH, Kamis (13/2/2020), di Kantor Kemhan, Jakarta. ( Foto: istimewa )
Carlos KY Paath / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 17:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi menteri terpopuler berdasarkan hasil survei Indo Barometer. Hal itu dinilai suatu kewajaran, karena Prabowo pernah maju sebagai calon presiden (capres).

"Populer iyalah, pastilah, karena sebelumnya sempet nyapres. Pasti populer dibanding dengan yang tidak dikenal publik," kata Anggota Komisi I DPR Christina Ariyani di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Christina ingin mengetahui landasan penilaian yang membuat Prabowo dianggap publik terpopuler dan berkinerja baik. "Kami ingin tahu kalau ada penilaian kayak gitu, benchmark-nya apa? Kategorinya apa? Jadi harus apple to apple dengan yang lain. kalau populer jelas tidak ada yang bisa menafikan," ujar Christina.

Christina menyatakan Prabowo masih sebatas mengeluarkan rencana-rencana program di bidang pertahanan belum implementasi. "Sejauh ini yang disampaikan baru rencana-rencana. Jadinya baru melihat apakah rencana itu sudah direalisasikan atau belum kan perlu penilaian, nah ini kan masih berjalan. Cuma yang dilihat, Pak Prabowo cukup aktif untuk menjalin diplomasi pertahanan dengan kunjungan ke luar negeri. Sejauh itu nilainya baik-baik saja," ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Christina pun menyebut, "Sebagai menteri terbaik, kita belum nilai. Belum lakukan penilaian karena baru dijabarkan apa yang akan dikerjakan. Nah ini masih melihat, kan baru beberapa bulan, kan (Prabowo) mau menaikan Minimum Essentials Force (MEF) lalu memperkuat industri alutista di dalam negeri. Sejauh ini jadi Pak Prabowo masih meneruskan rencana sebelumnya yang itu notabene masih program Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo)."

Diketahui, Prabowo unggul di kategori menteri populer dan berkinerja bagus. Survei Indo Barometer memakai metode multistage random sampling dengan 1.200 responden pada 9-15 Januari 2020. Teknik pengumpulan data berupa wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

"Prabowo Subianto jadi menteri paling dikenal publik, yakni sebesar 18,4 persen," ungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Sri Mulyani berada di posisi kedua dengan persentase 10,6 persen, disusul Erick Tohir 8,2 persen, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD 7,9 persen, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim 5,3 persen.

Pada kategori menteri yang dianggap kinerjanya paling bagus, Prabowo meraih 26,8 persen, Sri Mulyani 13,9 persen, Erick Thohir 12,6 persen, Mahfud MD 7,3 persen, dan Nadiem Makarim 5,2 persen.

Tingkat kepuasan publik atas kinerja Jokowi-Ma'ruf mencapai 70,1 persen masyarakat puas dan 27,4 persen tidak puas. "Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, sebesar 70,1 persen publik puas atas kerja Presiden Joko Widodo. Sementara yang tidak puas 27,4 persen," ujar Qodari.

Beberapa alasan publik menyebut kinerja menteri dikatakan baik yakni kerja nyata 19,5 persen, orangnya tegas 18 persen, sudah berpengalaman 16 persen, cocok sesuai dengan keahliannya 8,7 persen, dan orangnya berani 8,6 persen.



Sumber: BeritaSatu.com