PAN Ingin Gabung Koalisi, Demokrat: Itu Hak Mereka

PAN Ingin Gabung Koalisi, Demokrat: Itu Hak Mereka
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah) berfoto bersama dengan Ketua Majelis Kehormatan Amien Rais (kiri), politikus PAN Hanafi Rais (kedua kiri), Asman Abnur (kanan), dan Mulfachri Harahap (kedua kanan) saat hadir pada acara Rakernas V PAN di Jakarta, membahas pelaksanaan Kongres PAN. ( Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir )
Carlos KY Paath / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrat (PD) enggan mencampuri sikap Partai Amanat Nasional (PAN) berada di posisi atau bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebab PAN memiliki hak politik dalam menentukan arah politik internal ke depan.

"Kalaupun kemudian PAN masuk koalisi (pemerintah) saya pikir itu hak politik PAN untuk menentukan," kata Ketua DPP PD Irwan, Senin (17/2/2020).

Seperti diketahui, Ketua Umum (ketum) PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut partainya bakal dirugikan apabila menjadi oposisi. Slogan oposisi sudah milik Partai Keadilan Sejahtera.

"Menurut saya sih pernyataan itu sekedar pesan politik ya dari beliau (Zulkifli), karena secara de facto selama ini kan PAN memang oposisi," ujar Irwan menanggapi pernyataan Zulkifli.

Irwan menaruh konsentrasi terhadap skandal PT Jiwasraya. "Bagi saya sih PAN jadi oposisi atau tidak, sebenarnya yang terpenting semua partai benar-benar berjuang untuk rakyat, termasuk dalam penyelesaian masalah Jiwasraya yang merugikan rakyat dan negara Rp 16 triliun. Oposisi dan koalisi sama-sama bisa mendorong pansus (panitia khusus) Jiwasraya di DPR," ucap Anggota DPR tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan selamat atas terpilihnya Zulkifli.

"Kami mengucapkan selamat kepada Pak Zulkifli Hasan yang terpilih sebagai ketum PAN. Kami membangun hubungan yang sangat baik," kata Hasto.

Menurut Hasto, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Zulkifli sangat terjalin erat. "Persahabatan antara Ibu Mega dengan Pak Zul baik, sehingga dengan terpilihnya Pak Zul, kerja sama termasuk di dalam Pilkada (pemilihan kepala daerah) Serentak 2020 kami harapkan dapat ditingkatkan," ucap Hasto.

Hasto juga menanggapi kemungkinan PAN masuk dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf. "Kalau kita lihat tantangan perekonomian dunia dan nasional kan harus dikawal bersama-sama. Diperlukan kekuatan gotong royong nasional, karena itulah ideologi kita Pancasila yang spiritnya gotong royong, sehingga kami merangkul seluruh komponen bangsa ini, partai politik duduk bersama-sama mendukung Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," tegas Hasto. 



Sumber: BeritaSatu.com