Kader Partai Demokrat Dinilai Perlu Pikirkan Masa Depan

Kader Partai Demokrat Dinilai Perlu Pikirkan Masa Depan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melambaikan tangan seusai menyampaikan pidato pada Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Dalam pidatonya SBY menegaskan komitmen untuk mendukung pemerintah agar sukses dalam menjalankan tugasnya meskipun Partai Demokrat berada di luar pemerintahan. ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Carlos KY Paath / JAS Selasa, 18 Februari 2020 | 17:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Seluruh kader Partai Demokrat (PD) dinilai perlu memikirkan masa depan partai itu ke depan. Pemilik suara dalam Kongres PD pada Mei 2020, sepatutnya memerhatikan sosok ideal untuk memimpin PD.

“Kader Partai Demokrat tentu harus lihat masa depan partai ini mau ke mana. Apakah akan jadi partai besar, menengah, atau tidak lolos ambang batas parlemen pada 2024?. Jadi kader harus lihat siapa calon ketua umum yang paling layak dan pas,” kata Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam kepada Beritasatu.com, Selasa (18/2/2020).

Menurut Arif, ada dua tokoh muda di PD yang memang berpeluang menggantikan Ketua Umum (ketum) PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya merupakan putra SBY yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). “Dua kandidat ini (AHY dan Ibas) adalah anak Pak SBY yang memang mempunyai sisi plus dan minus,” ujar Arif.

Arif menyatakan AHY memang dapat menjadi ikon PD pada Pemilu 2024. Meski begitu, lanjut Arif, AHY belum memiliki pengalaman panjang di dunia politik. Berbanding jauh dengan Ibas yang pernah menjabat sekretaris jenderal (sekjen). Ibas pun tercatat masih menjabat ketua Fraksi PD DPR. Hal itu tentu menjadi kelebihan Ibas.

“Partai Demokrat butuh ikon seperti AHY. Tapi AHY belum punya jam terbang politik yang tinggi seperti Ibas. Secara personal ketokohan Ibas memang masih kalah dengan AHY. Hanya Ibas sudah tahu riil politik praktis, bagaimana melakukan kerja-kerja politik, konsolidasi, lobi-lobi politik,” ujar Arif.

Menurut Arif, peluang ketum PD periode 2020-2025 terpilih aklamasi terbuka lebar. “Pak SBY juga jadi penentu. Tergantung Pak SBY yang pasti tidak rela anaknya bertarung kemudian menjadi konflik berkepanjangan,” imbuh Arif.

Sekadar diketahui, AHY gencar menemui kader PD di daerah. AHY yang pernah maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada 2017, kerap mengunggah kunjungan melalui akun Instagramnya. AHY sempat menyatakan PD memiliki mekanisme pemilihan ketum sesuai AD/ART.

“Ketua umum kami, Pak SBY tentunya juga sudah memiliki gambaran-gambaran bagaimana partai ini semakin baik ke depan. Kongres itu sebagai sebuah formalitas. (hal) yang penting bagi kami, bagaimana Demokrat terus memiliki semangat untuk berbenah diri, terus meningkatkan kerja-kerja politik untuk masyarakat di berbagai daerah dan nusantara,” kata AHY.

AHY pun menepis akan terjadi persaingan dengan Ibas saat kongres nanti. “Oh enggak ada. Enggak ada sama sekali. Kami adalah keluarga besar, untuk kita semua menginginkan membawa Pertai Demokrat itu semakin baik ke depan. Tidak ada itu persaingan-persaingan,” ucap AHY. 



Sumber: BeritaSatu.com