Jokowi, Prabowo, dan Anies Baswedan, Kandidat Terpopuler Pilpres 2024

Jokowi, Prabowo, dan Anies Baswedan, Kandidat Terpopuler Pilpres 2024
Presiden Joko Widodo (kana) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri), usai berfoto bersama di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / FMB Minggu, 23 Februari 2020 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) masih menempati posisi tertinggi di daftar calon presiden (capres) pilihan untuk Pilpres 2024. Jika nama Jokowi dikeluarkan, maka yang terunggul adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dibayangi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal itu berdasarkan survei yang dilaksanakan lembaga Indobarometer yang dipublikasikan pada Minggu (23/2/2020).

Direktur Eksekutif Indobarometer, M.Qodari, menjelaskan bahwa dari pertanyaan terbuka calon presiden terhadap respondennya, pilihan publik paling tinggi terhadap calon presiden Pilpres 2024 adalah Jokowi, meskipun dirinya sudah tidak bisa maju menjadi calon presiden pada 2024 sesuai peraturan.

"Sebanyak 29,4 persen," kata Qodari.

Kemudian diikuti oleh Prabowo Subianto (17,1 persen), Anies Baswedan (9,8 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (6,5 persen), Ganjar Pranowo (4,4 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,3 persen), Tri Rismaharini (3.2 persen), Mochamad Ridwan Kamil (2,4 persen), Khofifah Indar Parawansa (2,3 persen), Erick Tohir (1.4 persen), dan nama lainnya <1 persen. Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (15,4 persen).

"Joko Widodo ternyata masih paling banyak disebut sebagai capres pilihan meski sudah masuk ke periode kedua," kata Qodari.

Indobarometer lalu mempertanyakan nama capres apabila nama Jokowi dikeluarkan. Hasilnya, Prabowo Subianto unggul dengan 22,5 persen suara, diikuti oleh Anies Baswedan (14,3 persen).

Lalu Sandiaga Salahuddin Uno (8,1 persen), Ganjar Pranowo (7,7 persen), Tri Rismaharini (6,8 persen), Agus Harimurty Yudhoyono (5,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen), Mochammad Ridwan Kamil (2,6 persen), Erick Thohir (2,5 persen), Mohammad Mahfud MD (1,6 persen), Puan Maharani (1,0 persen). Nama lainnya di bawah 1 persen. Tidak akan memilih/rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (21,7 persen).

Survei Nasional ini dilaksanakan pada 9-15 Januari 2020. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error sebesar plus minus 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.



Sumber: BeritaSatu.com