Pasangan Militer-Sipil Jadi Favorit di Pilpres 2024

Pasangan Militer-Sipil Jadi Favorit di Pilpres 2024
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam acara rilis survei di Jakarta, Minggu (23/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Paath)
Carlos KY Paath / FER Minggu, 23 Februari 2020 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden (capres) berlatar belakang militer dan calon wakil presiden (cawapres) kalangan sipil menjadi favorit masyarakat pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Baca Juga: Kandidat Terpopuler Pilpres 2024

Kombinasi militer-sipil disukai 30,9 persen responden, sipil-sipil 27,9 persen, sipil-militer 15,2 persen, militer-militer 8,5 persen, tidak tahu/tidak menjawab 17,6 persen.

Demikian salah satu temuan survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) awal Februari 2020. Survei nasional yang bertajuk 'Proyeksi Politik 2024' tersebut menggunakan metode Multistage Random Sampling.

Responden survei sebanyak 2.197 yang tersebar secara proporsional pada 220 desa/Kelurahan di seluruh Indonesia. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan Margin of Error sebesar 2,13 persen.

"Penyebutan pasangan militer-sipil sebagai preferensi capres-cawapres 2024 menunjukan bahwa kombinasi ini diprediksi menjadi pilihan masyarakat pada Pilpres 2024," kata Direkrur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno dalam acara rilis survei di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca Juga: AHY Persiapkan Diri untuk Pilpres 2024

Menurut Adi, ada semacam kerinduan perpaduan militer-sipil setelah dua periode sipil-sipil. Adi menilai, siklus 10 tahunan ini memang menarik untuk dicermati. Pada 2004-2014, lanjut Adi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memiliki rekam jejak di militer, berpasangan dengan kalangan sipil.

"Lalu dua periode Pak Jokowi itu kan sipil-sipil. Sepertinya perpaduan militer-sipil ini jadi siklus 10 tahunan. Tapi kita juga memotret bahwa banyak juga preferensi sipil-sipil 27,9 persen. Bicara margin of error hampir sama," ujar Adi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Maman Abdurrahman menyatakan faktor Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kemungkinan menjadi penyebab keinginan masyarakat dipimpin militer.

"Memang kita melihatnya sosok Prabowo masih eksis. Jadi militer-sipil ini efek pilpres. Bagi kami ini akan menjadi salah satu catatan awal. Mungkin untuk kita semu," kata Maman.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga yang juga menjadi pembicara mengatakan, perbedaan harapan pemimpin militer-sipil dan sipil-sipil dalam survei tidak terlampau jauh. PDIP sendiri tidak pernah menyoal latar belakang capres dan cawapres. "Pasti kami lebih utamakan kader," tegas Eriko.



Sumber: BeritaSatu.com