Elektabilitas Capres 2024 Versi PRC dan PPI, BTP Mengejutkan

Elektabilitas Capres 2024 Versi PRC dan PPI, BTP Mengejutkan
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok (tengah). ( Foto: ANTARA FOTO )
Carlos KY Paath / WM Minggu, 23 Februari 2020 | 17:11 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Elektabilitas Menteri Pertahanan (menhan) sekaligus Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berada di posisi teratas. Prabowo dipilih 17,3% responden, disusul Sandiaga Uno 9,1%, Ganjar Pranowo 8,8%, Anies Baswedan 7,8%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,4%, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) 5,2%, Ridwan Kamil 4,7%, Abdul Somad 4,5%, Tri Rismaharini 2,6%, Mahfud MD 2,4%, dan Gatot Nurmantyo 2%.

Nama lainnya hanya meraih di bawah 2%. Demikian temuan survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) awal Februari 2020 ketika menyodorkan 30 nama tokoh. Sementara dengan pertanyaan terbuka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi yang tertinggi.

Jokowi mendapatkan 15,48%, Prabowo 13,78%, Anies 6,6%, Ganjar 5,88%, Sandiaga 5,79%, AHY 3,21%, Ridwan 2,71%, BTP 2,3%, sedangkan figur lain di bawah 2%.

PRC dan PPI juga menanyakan pilihan responden terhadap 15 nama tanpa Jokowi dan Prabowo. Hasilnya, elektabilitas Sandiaga mencapai 17,9%, Anies 11,9, Ganjar 11,2%, AHY 8,4%, Ridwan 7,3%, Abdul Somad 5,8%, Gatot 3,3%, Susi Pudjiastuti 2,5%, Andika Perkasa 2,3%, Erick Thohir 2%, Puan Maharani 1,8%, Moeldoko 0,9%, Nadiem Makarim 0,6%, Airlangga Hartarto 0,4%, dan Budi Gunawan 0,2%. Responden yang tidak tahu/tidak menjawab sebesar 23,5%.

Mengacu pertanyaan terbuka kandidat calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga meraih 14,92%, Ma'ruf Amin 6,79%, AHY 3,99%, BTP 3,17%, Ridwan 2,38%, Tri Rismaharini 2,2%, Prabowo 2,02%, nama lain berada di bawah 2%.

“(hal) yang menarik munculnya nama Ahok (BTP). Orang bilang kartunya mati di politik, tapi terbukti elektabilitas Ahok tetap muncul, dan itu berarti dalam politik tidak pernah ada istilah mati secara permanen,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam acara rilis survei di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Adi menyatakan, sebenarnya elektabilitas Anies yang juga gubernur DKI Jakarta mengalami kecenderungan menurun. Salah satu penyebabnya, menurut Adi, banjir yang melanda Jakarta. “Hanya banjir yang mengalahkan Anies, bukan (isu) formula E atau lem aibon dan buzzer,” ujar Adi.

Acara rilis yang diikuti dengan diskusi tersebut dihadiri Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Maman Abdurrahman, dan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga.

“Kami belum punya pilihan capres atau cawapres, karena masih terlalu jauh. Kami fokus bekerja. Tapi menarik soal Anies. Harapan publik ternyata begitu tinggi terhadap Anies. Banjir di mana-mana Anies disalahin. Terlepas nanti PKS dukung Anies atau tidak, ini ada ekspektasi dari publik. Antara benci dan cinta itu benar-benar tipis,” kata Indra.

Sementara itu, Maman menyatakan, dinamika politik di Indonesia begitu dinamis.

Menurut Maman, menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2014, tidak ada yang menduga Jokowi diusung sebagai capres dan terpilih. Maman menambahkan, masyarakat hanya mengetahui Jokowi merupakan wali kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

“Dinamika politik di Indonesia di luar prediksi. Pada akhirnya menjadi pemimpin itu suratan takdir. Sekarang satu republik tahu Anies gubernur bercita rasa presiden, tapi ternyata tidak berbanding dengan elektabilitas yang disebut menurun,” kata Maman.

Maman pun menyebut, “Terlalu cepat kita bicara Pilpres 2024. Kami sedang meneropong pergeseran dua kutub imbas Pilpres 2019 nanti kemana. Kita tahu ada dua kubu yang terpolarisasi secara kuat yang pasti akan menimbulkan efek pembelahan.” Sedangkan Eriko menegaskan, partainya menyoroti regenerasi kepemimpinan sebagaimana telah disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Apa yang disampaikan ketum kami, soal generasi muda. Ternyata yang menentukan nanti kemenangan 2024 adalah orang muda. Hampir 60% pemilih di Pilpres 2024 itu generasi muda,” ujar Eriko.



Sumber: BeritaSatu.com