Surya Paloh Bersyukur Indonesia Tak Lagi Dianggap Negara Berkembang

Surya Paloh Bersyukur Indonesia Tak Lagi Dianggap Negara Berkembang
Ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh, dalam pidato politiknya pada acara penutupan Kongres ke II dan ulang tahun ke -8 Partai Nasdem yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 11 November 2019. (Foto: SP/Joanito De Saojoao)
Yeremia Sukoyo / WM Minggu, 23 Februari 2020 | 18:52 WIB

 

Batam, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) saat ini telah mengganggap Indonesia bukanlah salah satu dari negara berkembang. Indonesia pun dikeluarkan dari daftar Developing and Least-Developed Countries di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pencabutan status ini dilakukan oleh Amerika Serikat melalui Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of The US Trade Representative (USTR). Atas kebijakan ini, Indonesia pun tidak lagi mendapat perlakuan istimewa dalam perdagangan.

Menyikapi status ini, Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem, Surya Paloh pun mensyukuri adanya kabar yang menganggap status Indonesia tidak lagi sebagai negara berkembang.

"Mensyukuri itu. Tapi tetap saya harus ingatkan, ada fluktuasi setiap saat bisa terjadi. Satu resesi bisa membalikan lagi kita kepada positioning kita yang sudah di atas, terbalik lagi ke bawah," kata Surya Paloh, ketika dijumpai sesaat setelah melantik pengurus DPW dan DPD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (23/2/2020).

Saat ini, diingatkan Surya, bangsa Indonesia harus tetap memiliki kewaspadaan yang tinggi terkait perkembangan perekonomian dunia. Seluruh elemen masyarakat pun diminta tetap mensolidkan pemahaman etos kerja.

"Paling tidak bagaimana bangsa ini dari waktu ke waktu mensolidkan pemahaman betapa pentingnya tegaknya disiplin nasional sebagai kekuatan kita yang melahirkan etos kerja," ujar Surya.

Jika disiplin nasional, etos kerja, maupun kreatifitas nasional rendah, Surya juga meyakini Indonesia ke depannya akan semakin mudah terombang-ambing di dalam kompetisi dunia yang begitu berat.



Sumber: BeritaSatu.com