PDIP Ajak Banser NU untuk Kembangkan Semangat Berdikari

PDIP Ajak Banser NU untuk Kembangkan Semangat Berdikari
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara Kursus Banser Pimpinan Angkatan V di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, 27 Februari 2020. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 27 Februari 2020 | 21:15 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Di hadapan para calon pimpinan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan, seluruh kekuatan nasional diharapkan bersatu dan bisa memecahkan masalah bangsa secara bersama. Selain itu, semangat Indonesia berdaulat dan berdikari diharapkan digelorakan di semua kalangan.

Hal itu menjadi benang merah paparan Hasto Kristiyanto saat memberikan materi pada acara "Kursus Banser Pimpinan Angkatan V" di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (27/2/2020) malam. Hasto didampingi Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Timur Kusnadi.

Hasto awalnya memaparkan tema jalur rempah pada Rapat Kerja Nasional PDIP yang baru selesai beberapa waktu lalu. Dari situ, Hasto mengajak kader Nahdlatul Ulama (NU), khususnya Banser, untuk menggelorakan semangat Indonesia berdaulat dan berdikari, khususnya di bidang pangan.

"PDI Perjuangan mengajak semua pihak untuk menggali potensi dalam negeri yang luar biasa. Semangat berdikari menjadi komitmen politik dan jadi tradisi yang dimulai dari cinta tanah air serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelas Hasto.

Bagi Hasto, semangat itu sejalan dengan semangat hubbul wathan minal iman yang bermakna bahwa cinta tanah air sebagian dari iman. Hal itu harus terus dikembangkan. "PDI Perjuangan meyakini bahwa Banser menjadi salah satu pilar utama untuk memelihara semangat berdikari," kata Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto menyampaikan bahwa PDIP juga menawarkan kerja sama pelatihan dengan GP Ansor dan Banser sebagai wujud kedekatan hubungan kedua pihak. Menurutnya, kedekatan ini harus terus dijaga, apalagi di tengah upaya yang ingin membenturkan umat Islam dan kalangan nasionalis.

"Kita berkeringat membangun sejarah Indonesia dan terhadap masa depan Indonesia," ucap Hasto yang mendapat tepuk tangan meriah dari ratusan peserta kursus dari 34 provinsi itu.

Hasto juga menggambarkan bagaimana banyak wakil dari NU untuk calon anggota legislatif dan calon kepala daerah di partainya.

"Perhatian PDI Perjuangan terhadap NU tidak perlu diragukan lagi. Itu kesadaran sejarah bagi PDI Perjuangan. NU bersama PDI Perjuangan menjaga kebinekaan sejak dulu," ujar Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com