Kader PDIP Harus Persiapkan Diri Terkait Ibu Kota Baru

Kader PDIP Harus Persiapkan Diri Terkait Ibu Kota Baru
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan, Sabtu, 29 Februari 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 29 Februari 2020 | 23:11 WIB

Balikpapan, Beritasatu.com - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi topik hangat yang dibahas Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, saat menutup rapat kerja daerah (Rakerda) DPD PDIP Kaltim, Sabtu (29/2/2020) malam.

Menurut Hasto, kader PDIP harus bangga dengan keputusan Presiden Jokowi yang juga kader partai, memindahkan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kaltim.

"Kaltim akan menjadi sentral dalam dinamika politik nasional. Maka, kita ingin, keputusan Presiden Jokowi ini menjadi momentum mengubah mentalitas terjajah menjadi semangat juang sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa, seperti di zaman Bapak Bangsa, Bung Karno," kata Hasto.

Dalam rangka itu, Hasto mengingatkan agar para kader partai di Kaltim mempersiapkan diri menghadapi keadaan ketika ibu kota negara sudah pindah ke Kaltim.

Sebagai contoh, otomatis bila ibu kota negara tak lagi di Jakarta, maka di Kaltim menjadi pusat kegiatan menyangkut Indonesia, termasuk bila berhubungan dengan dunia internasional. Maka, anak-anak Kaltim harus dipersiapkan untuk itu, misalnya soal kemampuan berbahasa Inggris.

"Kita harus siapkan anak-anak kita. Apalagi, Kaltim akan menjadi ibu kota negara. Maka, harus siap menjadi bagian dari sebuah arena internasional," kata dia.

Di sisi lain, anak-anak milenial di Kalimantan pun harus didorong menguasai ilmu-ilmu dasar, seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam. "Kita harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan riset," ujar pria asal Yogyakarta itu.

Lebih jauh, dari sisi kepartaian, Hasto menyatakan kader partai di Kaltim juga harus bekerja keras memenangkan setiap ajang politik di wilayah itu. Secara khusus, Hasto juga meminta pimpinan partainya di Kaltim untuk bisa menjadi contoh kerja penggalangan.

"Kader kita harus menyiapkan diri. Jangan sampai ibu kota dicanangkan oleh kader kita (Jokowi, Red), namun ketua DPRD-nya nanti bukan kader kita," kata Hasto.

Jelang Pilkada Serentak 2020, Hasto meminta agar ajang itu menjadi momentum bagi PDIP Kaltim memperkuat soliditas serta semakin mendekatkan diri dengan rakyat. Sebagai partai yang dipercaya rakyat, seluruh petugas partai harus menjalankan tugasnya dengan sebaiknya.

"Kita tak pernah berhenti bergerak, solid bergerak, kokoh tunggal bergerak secara dinamis dan progresif. Selamat berjuang, menangkan pilkada serentak dengan cara-cara kepartaian," kata Hasto.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin mengumumkan daftar empat pasangan calon kepala daerah yang diusung partai itu pada 2020. Mereka adalah Adi Dharma-Basri Rase untuk pilkada Bontang, Rahmad Masud-Thohari Azis (Balikpapan), Fahmi Fadli-Sulaiman Eva Merukh (Penajam Paser), dan FX Yapan-Edyanto Arkan (Kutai Barat).



Sumber: BeritaSatu.com