Terkait Virus Corona, Warga Diminta Tidak Perlu Timbun Kebutuhan Pokok

Terkait Virus Corona, Warga Diminta Tidak Perlu Timbun Kebutuhan Pokok
MH Said Abdullah ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Selasa, 3 Maret 2020 | 19:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah mendorong pemerintah segera mengambil langkah-langkah antisipatif menghadapi dampak menyebarnya virus corona terhadap perekonomian dalam beberapa waktu ke depan.

Ini semakin penting karena terjadi aksi pembelian besar-besaran atau menimbun bahan pangan setelah pemerintah secara terbuka mengumumkan dua orang warga positif virus corona.

“Saya berharap masyarakat tidak belanja terlalu banyak. Tidak usah panik, tidak usah memborong bahan makanan terlalu banyak. Tak perlu juga memborong segala aneka makanan ke rumah. Yakinlah bahwa stok pangan yang dibutuhkan saat ini sangat mencukupi,” ujar Said dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (3/3/2020) sore.

Menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan protokol krisis, termasuk menyiapkan 100 lebih rumah sakit untuk menampung warga terdampak virus ini.

“Mari cintai negeri ini dengan semangat gotong royong membantu masyarakat yang kurang mampu. Dan, bergotong royong mencegah penularan Covid-19 ini,” pintanya.

Kepanikan masyarakat yang berlebihan ini, kata dia, justru biasanya dimanfaatkan oleh para spekulan pangan untuk menaikkan harga menyusul naiknya permintaan kebutuhan pokok masyarakat. “Kalau harga bahan pokok naik maka masyarakat sendiri yang rugi,” tegasnya.

Secara psikologis, lanjutnya, ketika harga barang naik tetapi barang amat dibutuhkan, konsumen tidak punya pilihan selain membelinya. "Akibatnya, harga sulit dikendalikan sebab yang berlaku ialah mekanisme pasar. Dan yang rugi ya masyarakat," katanya.

Said mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dengan melakukan aksi borong bahan pokok. Pemerintah menjamin pasokan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi. “Jadi, berbelanjalah dengan bijaksana, tidak perlu memborong. Saya pastikan, stock kebutuhan bahan pokok mencukupi, enggak perlu panik,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com