Golkar dan PAN Sepakat Bersama-sama Atasi Masalah Bangsa

Golkar dan PAN Sepakat Bersama-sama Atasi Masalah Bangsa
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tiga kanan) dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Rajasa (dua kanan), di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Robertus Wardy / RSAT Jumat, 13 Maret 2020 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  – Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sepakat untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan bangsa seperti sekarang ini. Kedua partai ini sepakat tidak saling menyalahkan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa sekarang.

Sejumlah persoalan yang harus disikapi adalah penyebaran virus corona, harga minyak dunia yang turun, dan masih terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Tantangan ketidakpastian dunia begitu banyak mulai terkait dengan virus corona. Kemudian perlambatan ekonomi dunia, juga gejolak harga minyak. Kami sepakat untuk kepentingan bangsa dan negara maka stabilitas politik itu menjadi penting," kata Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (13/3).

Sebelumnya pada Kamis (12/3/2020) malam, dirinya menerima Ketum PAN Zulkifli Hasan bersama jajarannya. Selain silahturami, pertemuan juga membahas RUU Cipta Kerja (Ciptaker) dan Perpajakan yang masuk dalam program Omnibus Law.

Airlangga menjelaskan situasi sekarang menuntut seluruh anak bangsa untuk bersatu padu. Dari unsur partai politik (parpol), segala perbedaan disingsingkan terlebih dahulu.

“Golkar dan PAN sepakat menjaga stabilitas politik. Kami bersepakat bahwa untuk kepentingan bangsa dan negara, stabilitas politik itu menjadi penting. Stabilitas politik artinya silaturahmi dan kerja sama antar partai-partai politik itu perlu dilakukan secara lebih baik sehingga ada pengertian bersama terhadap masalah-masalah kebangsaan,” jelas Airlangga yang juga Menko Perekonomian.

Sementara Zulkifli menyebut Indonesia memiliki ciri khas yaitu silaturahmi. Dengan silaturahmi itu separuh persoalan bisa terselesaikan.

"Kita sepaham bahwa ini persoalan bangsa kita bersama-sama. Saling menyalahkan tentu tidak akan menyelesaikan persoalan. Kami sepakat bersama-sama menghadapi situasi ini dengan kebersamaan dan soliditas stabilitas politik terjamin. Mudah-mudahan kita bisa menghadapai persoalan yang kita hadapi," kata Zulkifli.

Dalam pertemuan di kantor PG, Kamis malam, Zulkifli tidak didampingi mantan Ketum PAN sekaligus pendiri PAN Amien Rais. Zulkifli hanya didampingi dua mantan Ketum PAN yaitu Soetrisno Bachir dan Hatta Rajasa. Tampak pula Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto dan Asman Abnur, mantan Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, dan jajaran elite PAN lainnya.

Sementara Airlangga didampingi Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus, Waketum Golkar Azis Syamsuddin, dan Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua DPP Golkar Meutya Hafid.



Sumber: BeritaSatu.com