Wabah Corona Jangan Ditarik ke Ranah Politik

Wabah Corona Jangan Ditarik ke Ranah Politik
227 Pasien Positif Corona, DKI Jakarta Ada 30 Kasus ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yeremia Sukoyo / WM Kamis, 19 Maret 2020 | 08:17 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia jangan sampai dijadikan sarana atau ajang untuk berpolitik. Saat ini masyarakat lebih membutuhkan penanganan yang efektif dari semua pihak agar penularan virus corona dapat dihentikan.

"Untuk menyatukan kekuatan, stop debat politik yang saling menjatuhkan dan berpotensi memancing kepanikan di tengah masyarakat," kata pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dirinya menilai, sejauh ini pemerintah pusat sudah cukup serius menangani penyebaran virus corona di Indonesia. Dirinya pun meyakini penyebaran virus corona dapat dicegah asalkan didukung semua komponen, termasuk masyarakat itu sendiri.

"Saya sebagai akademisi komunikasi berani mengatakan, pemerintah pusat sudah sangat sungguh-sungguh menangani pencegahan penyebaran dan seluruh dampak virus ini. Menurut hemat saya, pemerintah pusat sama sekali tidak mempunyai agenda politik terselubung, prakmatis, apalagi transaksional," ujarnya.

Direkrur Eksekutif Lembaga EmrusCorner itu menegaskan, virus corona harus diposisikan sebagai musuh bersama. Sudah saatnya seluruh komponen Bangsa Indonesia bangkit melakukan perlawanan sesuai fungsi dan kemampuan yang dimiliki.

Di sisi lain, seluruh aparat pemerintah, dari pusat hingga ke desa-desa juga harus segera membuat petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang operasional serta terukur untuk melawan penyebaran virus. Juklak dan Juknis harus sinkron dari pusat hingga ke desa-desa di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan demikian, rakyat sebagai kekuatan luar bisa melakukan perlawanan semesta dipadu seluruh kekuatan yang dimiliki pemerintah dari pusat hingga desa. Perlawanan ini dipimpin oleh Panglima Tertinggi negeri ini, Presiden Joko Widodo," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com