Jokowi: Social Distancing Membutuhkan Kedisiplinan Warga

Jokowi: Social Distancing Membutuhkan Kedisiplinan Warga
Ilustrasi pembatasan sosial. ( Foto: Antara / Aprillio Akbar )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 24 Maret 2020 | 11:48 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada 34 Gubernur terkait masalah lockdown (penutupan sementara) sebuah wilayah yang terinfeksi virus corona. Ia menegaskan Pemerintah Republik Indonesia (RI) tidak memilih keputusan itu, meski jumlah pasien kasus positif terinfeksi corona sudah menembus angka 500 orang lebih.

"Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan. Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda-beda, memiliki kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) online yang diikuti oleh 34 Gubernur dan para menteri terkait di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Ia telah mempelajari kejadian corona di semua negara dan telah memiliki analisanya, mulai dari kebijakan yang dibuat pemerintah setempat, tindakan penanganan yang dilakukan hingga hasil penanganan negara tersebut dalam menangani penyebaran virus corona.

"Itu sudah saya pelajari. Saya memiliki analisa-analisa seperti ini. Dari semua negara, ada semuanya, kebijakannya mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa. Semua dari Kementerian Luar Negeri, lewat dubes-dubes yang ada terus kita pantau setiap hari," ujar Jokowi.

Dari semua yang dipelajari, analisa yang didapatkan dan laporan dari seluruh kedutaan besar Indonesia di luar negeri, Jokowi menilai kebijakan yang perlu diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona bukan lockdown, melainkan melakukan physical distancing (pembatasan kontak fisik) atau social distancing dengan menjaga jarak aman sejauh satu meter.

"Sehingga di negara kita yang paling pas adalah physical distancing, menjaga jarak aman," ungkap Jokowi.

Jika hal itu bisa dilakukan seluruh masyarakat Indonesia, maka ia yakin bisa mencegah penyebaran Covid-19.

Namun ia menyadari, agar pembatasan kontak fisik dapat dilakukan dengan baik, membutuhkan sebuah kedisiplinan dan ketegasan yang kuat.

"Saya baca sebuah berita sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisiolasi masih beli handphone, belanja di pasar. Saya kira kedisplinan untuk mengisolasi yang penting," tegasnya.

Bahkan bila perlu, pemerintah daerah melakukan isolasi RW hingga kelurahan yang sudah cukup banyak kasus positif corona. Sehingga tidak menyebar ke kelurahan atau RW yang ada disekitarnya.

"Partial isolated, mengisolasi sebuah RW, mengisolasi sebuah kelurahan penting tapi dengan betul-betul dengan sebuah kedisplinan yang kuat. Kalau ini bisa dilakukan, kembali lagi saya meyakini bahwa skenario yang telah kita pilih akan memberikan hasil yang baik," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com