Sekjen DPR Tegaskan Tes Corona Tidak Pakai APBN

Sekjen DPR Tegaskan Tes Corona Tidak Pakai APBN
Sidang paripurna DPR. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WBP Selasa, 24 Maret 2020 | 13:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menegaskan pengadaan alat tes virus corona (covid-19) tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Indra berharap rencana tes tersebut tidak ditarik ke ranah politik.

"Ini sumbangan dari beberapa orang. Jadi bukan dari APBN. Jangan dibawa ke politik. Ini bukan dari APBN, bukan uang negara, ini sumbangan orang yang peduli supaya bisa bekerja dengan baik," tegas Indra, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Ketua DPR: Rapid Test Virus Corona Seharusnya Gratis

Menurut Indra, rencana tes juga masih akan dikonsultasikan dengan pimpinan DPR, apalagi saat ini DPR masih reses. Indra menambahkan, tes tersebut bersifat suka rela. "Namanya kita mau tahu kesehatan kita ya suka rela. Untuk kesehatan kita bersama," ucap Indra.

Baca juga: Demokrat dan PKS Tolak Rencana Tes Virus Corona untuk Anggota DPR

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat DPR menolak mengikuti tes covid-19 untuk anggota DPR dan keluarga. Menurut Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), anggota DPR semestinya memiliki rasa empati serta kemanusiaan terhadap masyarakat yang terinfeksi covid-19.

Ibas menyatakan, masyarakat juga masih kesulitan untuk mengikuti pemeriksaan tes covid-19. "Dahulukan rakyat, karena mereka yang benar membutuhkan," tegas Ibas, Selasa (24/3/2020).

Ibas mengatakan di saat kondisi seperti sekarang, setiap anggota DPR justru harus hadir dalam memerangi covid-19 bersama rakyat. "Terpenting selamatkan rakyat. Itu perjuangan Demokrat. Intinya negara harus perhatikan keadilan untuk semua warga termasuk akses mendapatkan kepastian, perlindungan dan distribusi alat-alat kesehatan," ujar Ibas.

Meski menolak tes, Ibas mengapresiasi protokol pencegahan covid-19 yang dilakukan Sekretariat Jenderal (setjen) DPR. Misalnya penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan gedung parlemen, termasuk pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dan penempatan hand sanitizer.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini berharap Setjen DPR membatalkan tes covid-19 untuk 2.000 anggota DPR dan keluarga. "Fraksi PKS menyatakan sikap meminta Sekjen DPR membatalkan atau setidaknya diprioritaskan hanya untuk yang punya gejala sakit," tegas Jazuli.

Jazuli menambahkan, tidak elok di tengah kondisi saat ini, ketika tenaga medis dan rakyat lebih membutuhkan, ada pengadaan rapid tes khusus anggota DPR dan keluarga.



Sumber: BeritaSatu.com