Tangani Covid-19, Pemerintah Diminta Terus Dukung Rumah Sakit dan Tenaga Medis

Tangani Covid-19, Pemerintah Diminta Terus Dukung Rumah Sakit dan Tenaga Medis
Petugas medis melakukan proses rapid test atau tes cepat massal virus corona (Covid-19) bagi tenaga medis kota Bekasi, di Stadion Patriot Chandrabaga (PCB), Bekasi, Rabu, 25 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / WM Kamis, 26 Maret 2020 | 08:40 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah diharapkan sepatutnya terus mendukung rumah sakit dan tenaga medis agar dapat bekerja maksimal menangani pasien virus corona jenis baru atau Covid-19. Misalnya dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD).

“Pemerintah siapkan saja APD dan berbagai alat kesehatan (alkes) yang dibutuhkan rumah sakit dan tenaga medis. Sebab rumah sakit dan tenaga medis sangat siap, bahkan telah bekerja di lapangan,” kata Wakil Ketua Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena, kepada Beritasatu.com, Rabu (25/3/2020).

Emanuel pun menyebut, “Jadi yang dibutuhkan para tenaga medis itu APD dan semua perangkat alat kesehatan seperti ventilator dan sebagainya. Kalau disiapkan alat lengkap, misinya menang perang. Tapi kalau alatnya kurang, bisa misi bunuh diri nanti.”

Emanuel mengibaratkan APD maupun alkes seperti senjata dalam sebuah peperangan.

Menurut Emanuel, APD dapat membuat para tenaga medis terhindar dari penularan Covid-19. Dengan begitu, penanganan terhadap pasien Covid-19 bisa lebih maksimal.

“Ini sama dengan tentara pergi bertempur butuh senjata. Senjatanya dokter dan perawat ya APD. Sekarang yang sudah didistribusikan pada taraf cukup untuk rumah sakit rujukan. Cadangan juga disimpan di dinas kesehatan, kementerian kesehatan serta gugus tugas,” ujar Emanuel.

Emanuel menambahkan, secara prinsip APD perlu ditambah lagi oleh pemerintah.

“Ya ini minimal sudah bisa jalan. Cuma baiknya harus ada cadangan yang benar-benar cukup. Kita kan enggak tahu berapa lama situasi ini berakhir,” imbuh Emanuel.

Emanuel juga mengapresiasi rencana pemerintah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, membayar rumah sakit yang melakukan perawatan pasien Covid-19.

“Pemerintah tentu paham rumah sakit butuh dana untuk tangani Covid-19,” ujar Emanuel.

Sementara itu, Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay menegaskan, pemerintah harus menjamin ketersediaan APD. Kemudian pemberian insentif dan jaminan kesehatan kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan.

“Ini penting ditegaskan, karena belakangan ini kita mendengar keluhan dari tenaga medis dan paramedis kita, dan tenaga kesehatan kita yang merasa APD kurang dan itu fakta. Kami meminta kepada pemerintah untuk segera mengadakan lagi serta langsung distribusikan,” kata Saleh.

Saleh menambahkan, janji Presiden Joko Widodo terkait insentif bagi tenaga kesehatan juga perlu direalisasikan. Demikian halnya jaminan kesehatan untuk seluruh tenaga medis.

“Kalau nanti sewaktu-waktu mereka sakit tentu harus ada jaminan kesehatan,” tegas Saleh.



Sumber: BeritaSatu.com