Peserta Kongres Demokrat Diwajibkan Jalani Tes Covid-19

Peserta Kongres Demokrat Diwajibkan Jalani Tes Covid-19
Cellica Nurachadiana. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Kamis, 26 Maret 2020 | 17:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Karawang, Cellica Nurrachdiana, dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis baru atau Covid-19. Peserta Kongres V Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 akan melakukan tes. Sekadar diketahui, Cellica tercatat sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Baca Juga: Bupati Karawang Positif Terinfeksi Corona

"Konsekuensi atas itu (Cellica positif Covid-19), tentu kami peserta kongres yang sempat melakukan interaksi dan berdekatan dengan beliau, sesuai protokol penanganan corona pasti akan melakukan tindakan preventif untuk melakukan tes,” kata politisi Demokrat, Didik Mukrianto, Kamis (26/3/2020).

Didik menyatakan seluruh kader Demokrat turut prihatin kepada Cellica. "Alhamdulillah sudah dilakukan tindakan sesuai dengan protokol yang ada,” ujar Didik.

Sementara itu, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga dikabarkan melakukan tes Covid-19.

Menurut mantan Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan suatu kewajaran apabila SBY beserta keluarga mengikuti tes. "Sesuatu yang wajar dan perlu bila saat ini diantisipasi dengan tes apalagi seorang Presiden dan keluarganya,” kata Syarief.

Cellica diduga positif Covid-19 saat menghadiri acara Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat.

Baca Juga: Sikap Penyeimbang Untungkan Demokrat

"Setelah Ibu Cellica dinyatakan positif Covid-19, semua kader yang berinteraksi diwajibkan memeriksakan diri,” ungkap politisi Demokrat Andi Arief.

Menurut Andi, partainya belum mendapatkan laporan khusus tentang kader yang terinfeksi virus corona. “Mudah-mudahan seluruh kader dalam keadaan sehat dan paling penting segera periksa di rumah sakit yang ditunjuk,” ungkap Andi.

Andi menegaskan, pelaksanaan kongres menerapkan protokol Covid-19. "Kami menggunakan standar para dokter yang ditunjuk, sesuai standar operasional prosedur yang ada dan dalam pengawasan dinkes (dinas kesehatan) DKI Jakarta,” tegas Andi.

"Tidak ada sentuhan tangan, bahkan sebelumnya, ada pemeriksaan ketat suhu dan melakukan cuci tangan berulang kali sesuai standar," sebut Andi Arief.



Sumber: BeritaSatu.com