Penundaan Pilkada untuk Menjamin Kualitas Demokrasi

Penundaan Pilkada untuk Menjamin Kualitas Demokrasi
Peneliti Formappi Lucius Karus. (Foto: istimewa)
Robertus Wardi / FER Kamis, 26 Maret 2020 | 19:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) mengusulkan Pilkada 2020 yang akan digelar 23 September 2020 perlu ditunda. Hal itu sebagai antisipasi penyebaran virus corona atau Covid 19.

Baca Juga: Pilkada Perlu Diundur Hingga Desember

"Idealnya dilaksanakan Desember, jika situasi darurat ini selesai bulan Juni. Maksimal pada bulan Januari 2021," kata peneliti Formappi, Lucius Karus, di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Lucius menjelaskan, penundaan harus dilakukan jika ingin pelaksanaannya benar-benar dilakukan secara leluasa. Selain itu agar ada riang gembira dari masyarakat sebagaimana hajatan demokrasi. "Pilkada tanpa kegairahan pemilih dalam setiap tahapan akan menjadi sesuatu yang buruk," tegasnya.

Menurut Lucius, melihat perkembangan kondisi tanggap darurat Covid-19 nampaknya belum akan segera akan berakhir. Paling optimis, virus ini mungkin baru selesai bulan Juni. Jika gambaran seperti itu benar-benar akan terjadi maka proses persiapan penyelenggaran maupun kampanye akan terganggu.

Baca Juga: Formappi Usulkan Pilkada 2020 Ditunda

"Kualitas Pilkada benar-benar dipertaruhkan jika dipaksakan demi mengejar waktu sesuai dengan jadwal semula yaitu bulan September. Maka opsi penundaan Pilkada melalui Perppu sangat mungkin menjadi solusi untuk menjamin kualitas Pilkada tidak dipertaruhkan," tutup Lucius.



Sumber: BeritaSatu.com