Wakil Ketua BKSAP Harap Wabah Covid-19 Tak Disepelekan

Wakil Ketua BKSAP Harap Wabah Covid-19 Tak Disepelekan
Petugas medis melakukan proses rapid test atau tes cepat massal virus corona (Covid-19) bagi tenaga medis kota Bekasi, di Stadion Patriot Chandrabaga (PCB), Bekasi, Rabu, 25 Maret 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / WM Kamis, 26 Maret 2020 | 16:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana menegaskan, wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 tidak disepelekan. Putu mengkhawatirkan jika pandemi ini tidak berakhir dalam waktu dekat, maka akan berdampak buruk terhadap perekonomian nasional.

“Terlihat banyak perusahaan yang mulai tutup sementara seperti mal, kantor, cafe, bioskop dan lainnya. Lalu yang paling terdampak lagi tentu saja sektor pariwisata, perhotelan, tekstil, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM),” kata Putu yang juga anggota Komisi VI dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Putu mengapersiasi langkah pemerintah yang berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Namun apakah itu cukup? Saya rasa tidak. Pemerintah harusnya juga memberikan jaminan tidak adanya PHK (pemutusan hubungan kerja),” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan Bali tersebut.

Putu menambahkan, kebutuhan pokok bagi buruh dan pekerja harian juga perlu menjadi atensi serius pemerintah.

“Jangan sampai pemerintah abai dengan masyarakat pedagang, ojek online (daring), ojek pangkalan, supir angkutan umum, pekerja kasar, dan lain sebagainya. Rakyat Indonesia merupakan tanggung jawab negara,” tegas Putu.

Putu menyatakan, pemerintah juga harus peduli kepada pelaku usaha di seluruh wilayah. Misalnya dengan memberikan insentif agar usaha tak mati akibat wabah Covid-19. Putu berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan naluri kepemimpinan serta kepekaan atas situasi darurat nasional. Mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial masyarakat.

Di sisi lain, Putu menolak tes Covid-19 untuk anggota DPR dan keluarga. Menurut Putu, rakyat dan tenaga medis sepatutnya lebih diutamakan ketimbang pejabat.

“Saya dengan tegas menolak tes Covid-19 bagi anggota DPR. Saat ini pejabat bukanlah prioritas. Masyarakat dan tenaga medis yang paling utama untuk diberikan bantuan,” kata Putu.

Putu pun menyebut, “Anggota DPR ataupun pejabat lainnya cukup mengarantina diri, menjaga kebersihan, kesehatan, berolahraga di rumah dan minum vitamin. Jika merasakan gejala langsung segera mengikuti tes Covid 19 di rumah sakit terdekat atau rumah sakit rujukan dengan menggunakan biaya sendiri bukan dibebankan ke negara.”



Sumber: BeritaSatu.com