Lockdown Harus Prioritaskan Mobilitas Bahan Pokok dan Akses ke Rumah Sakit

Lockdown Harus Prioritaskan Mobilitas Bahan Pokok dan Akses ke Rumah Sakit
Ilustrasi "lockdown". (Foto: Antara)
Bayu Marhaenjati / FMB Senin, 30 Maret 2020 | 14:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, kelancaran mobilitas kebutuhan bahan pokok dan akses menuju rumah sakit harus menjadi prioritas apabila pemerintah memutuskan kebijakan karantina wilayah (lockdown) terkait wabah virus corona (Covid-19).

Budiyanto menuturkan, pada saat suatu daerah memberlakukan karantina kewilayahan, berarti terjadi proses pembatasan perpindahan orang atau membatasi gerakan orang demi keselamatan. Perlu koordinasi antar-instansi yang bertanggung jawab dalam hal perhubungan, kesehatan, kebutuhan pokok, logistik, dan sebagainya, agar kebutuhan pokok serta kesehatan masyarakat tetap terjamin.

"Masalah perhubungan bagaimana mengantisipasi mobilitas barang kebutuhan pokok supaya lancar dan tepat waktu sampai tujuan. Bagaimana mempersiapkan alternatif jalan atau akses menuju ke rumah sakit baik umum maupun rumah sakit yang melakukan penanganan virus corona dan sebagainya," ujar Budiyanto, Senin (30/3/2020).

Dikatakan Budiyanto, faktor koordinasi sangat penting antara instansi perhubungan, kesehatan, pertanian dan unsur lainnya, pada tingkatan masing-masing.

"Sehingga masyarakat tidak bingung apabila pada suatu saat memerlukan kebutuhan pokok yang primer, terutama masalah sembako dan akses rumah sakit rujukan apabila ada yang sakit atau memerlukan kebutuhan medis yang mendesak," ungkapnya.

Budiyanto menegaskan, sarana transportasi dalam rangka mobilitas kebutuhan pokok harus diberikan akses yang cukup, termasuk sarana transportasi menuju akses rumah sakit.

"Instansi yang bertanggung jawab dibidang lalu lintas dan angkutan jalan dapat menentukan jalan-jalan untuk akses pengangkutan logistik dan akses menuju rumah sakit, kalau perlu diberikan layanan pengawalan, dan pos-pos pemantauan atau pengawasan untuk memberikan rasa aman dan kepastian," katanya.

Menurut Budiyanto, perencanaan yang matang akan memberikan dampak psikologis yang positif kepada masyarakat.

"Karena saya yakin masyarakat mengharapkan, seandainya terjadi karantina kewilayahan masalah kebutuhan pokok terpenuhi dan mudah untuk didapat, termasuk kemudahan akses-akses ke rumah sakit. Jadi rencanakan dengan baik, kalau perlu ada pentahapan yang jelas dan pasti (sosialisasi-uji coba-pelaksanaan) walaupun dalam bentuk simulasi. Tuangkan dalam brosur atau melalui media baik cetak maupun elektronik," jelasnya.

Selain itu, tambahnya, dalam waktu dan periode tertentu perlu ada evaluasi karena belum diketahui secara pasti kapan wabah ini akan hilang dan tertangani secara keseluruhan.

"Perlu koordinasi dengan baik kepada semua pemangku kepentingan dan ada SOP yang jelas untuk digunakan sebagai pedoman para pemangku kepentingan dan masyarakat, sehingga program dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com