Politisi PDI-P Ini Minta Pemerintah Jaga Stok Kebutuhan Pokok

Politisi PDI-P Ini Minta Pemerintah Jaga Stok Kebutuhan Pokok
Ansy Lema ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Senin, 6 April 2020 | 17:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah diminta menjaga ketersediaan kebutuhan pokok rakyat selama pandemi virus corona dan masa puasa hingga menjelang lebaran pada Mei 2020 nanti. Lebih dari itu bahan-bahan seperti beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih harus dipastikan terdistribusi secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu dikatakan anggota Komisi IV DPR asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yohanis Fransiskus Lema, dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Senin (6/4/2020).

“Kementan dan Bulog harus memastikan ketersediaan dan distribusi merata bahan pokok agar sampai ke masyarakat kecil. Ini sangat penting untuk menghindari panic buying; kepanikan akan kelangkaan bahan pokok yang dapat memengaruhi stabilitas harga atau kenaikan harga di pasar,” papar pria yang akrab dipanggil Ansy Lema.

Menurut Ansy, saat ini ada 1,6 juta ton beras yang tersimpan di 1.647 gudang Bulog. Selain itu, pada April Indonesia mengalami panen raya padi yang akan mencapai 5,03 juta ton. Itu berarti stok beras domestik mampu memenuhi kebutuhan beras saat ini.

“Yang perlu ditindak adalah mafia beras yang sengaja menciptakan kelangkaan, sehingga harga beras meningkat. Selain itu, Bulog dan BUMN terkait perlu menjadi off-taker beras untuk menjamin ketersediaan stok pangan nasional sekaligus menyerap produk pertanian para petani nasional. Ini sangat penting untuk menjaga pendapatan jutaan petani Indonesia dari kelesuan akibat Pandemi,” kata alumnus Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur, NTT tersebut.

Pada bagian lain, ia meminta pemerintah untuk mengontrol harga sejumlah bahan pokok yang sedang melonjak seperti gula pasir dan cabai rawit. Untuk itu, ia kembali menekankan agar distribusi logistik tetap berjalan lancar, sehingga harga di daerah terpencil tidak terlalu mencekik rakyat miskin.

“Sambil melancarkan distribusi logistik, Kementan dapat menggiatkan penananam pangan lokal pengganti beras, gula, dan bahan pokok lainnya. Misalnya, menggiatkan gula aren untuk mengganti gula pasir industri,” kata Ansy.



Sumber: BeritaSatu.com