DPR Minta Prosedur Pemakaman Jenazah Terinfeksi Covid-19 Disosialisasikan Secara Masif

DPR Minta Prosedur Pemakaman Jenazah Terinfeksi Covid-19 Disosialisasikan Secara Masif
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia DR (HC) Puan Maharani ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Rabu, 8 April 2020 | 11:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama tokoh masyarakat agar secara masif mengedukasi masyarakat terkait standard operational procedure (SOP) dan protokol kesehatan pemakaman jenazah yang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

"Sosialisasi masif diperlukan sehingga tidak menimbulkan kecemasan dan ketakutan dari masyarakat akan terjadi penularan jika jenazah dimakamkan di wilayah mereka," kata Ketua DPR RI DR (HC) Puan Maharani, Rabu (8/4/2020).

Dorongan sosialisas masif itu disampaikan Puan Maharani, terkait adanya penolakan pemakaman jenazah yang meninggal karena pasien positif terjangkit Covid-19 di beberapa daerah.

Puan Maharani mengatakan, bahasa dan cara sosialisasinya perlu dibuat sesederhana mungkin agar setiap masyarakat. Baik itu di kota maupun di desa, agar dapat benar-benar memahami dan yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dari pemakaman jenazah yang meninggal karena positif terjangkit Covid-19, yang sudah dilakukan sesuai prosedur protokol kesehatan.

Selain itu, DPR RI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi penolakan jenazah yang terpapar Covid-19, mengingat jenazah yang ada sudah ditangani sesuai prosedur protokol kesehatan dan harus segera dimakamkan.

"Di saat-saat seperti ini justru kita semua harus menunjukkan sikap kerukunan dan gotong royong yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia," kata Puan Maharani.



Sumber: BeritaSatu.com