Presiden Imbau Penerima Bansos Tidak Mudik

Presiden Imbau Penerima Bansos Tidak Mudik
Ilustrasi mudik kereta api. (Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao)
Novy Lumanauw / YUD Kamis, 9 April 2020 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat yang menerima bantuan sosial di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) untuk tidak melakukan tradisi mudik pada Lebaran mendatang.

Imbauan itu disampaikan Kepala Negara untuk mencegah meluasnya penularan virus corona (Covid-19) dari Jabodetabek ke berbagai daerah di Tanah Air.

Baca juga: Presiden Alokasikan Rp 40,4 T untuk Bansos Jabodetabek dan Desa

“Saya sudah sampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial, khususnya di Jabodetabek kita berikan agar warga mengurungkan niatnya untuk mudik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers melalui video teleconference di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Ia mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk melihat lebih detail kondisi di lapangan dan mengevaluasi hal-hal yang ada di lapangan, apakah memungkinkan untuk mudik.

Baca juga: Bansos Covid-19 Bukan Hanya untuk Warga Miskin Jakarta

“Untuk itu, sekali lagi, pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik,” kata Presiden Jokowi.

Namun, kata Presiden Jokowi, pemerintah telah mengkalkulasi ada dua kelompok pemudik yang tidak bisa dilarang untuk pulang kampung. Disebutkan, kelompok pertama adalah masyarakat yang pulang kampung karena alasan ekonomi.

Baca juga: Antisipasi Corona, 30 Persen Dana Desa Dialokasikan Jadi Bansos

“Setelah pembatasan sosial sehingga penghasilannya turun atau tidak ada,” katanya. Kelompok kedua adalah masyarakat yang mudik karena tradisi selama puluhan tahun di Indonesia. “Jadi, sekali lagi pembatasan mungkin dan kemungkinan larangan mudik akan kita putuskan setelah ada evaluasi di lapangan yang kita lakukan setiap hari. Tapi larangan mudik diberlakukan kepada ASN, TNI, Polri, BUMN dan anak perusahaannya,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com