Tak Satu pun Negara Bisa Sendirian Atasi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tak Satu pun Negara Bisa Sendirian Atasi Covid-19

Sabtu, 30 Mei 2020 | 21:47 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19) berbeda dengan krisis yang pernah terjadi di dunia sebelumnya karena menyeret hampir seluruh negara. Situasi keterhubungan antarnegara, yang juga sebagai penyebab meluasnya virus, membuat tidak satu pun negara mampu keluar sendiri dari krisis Covid-19.

“Kita saat ini mengalami situasi pandemi dalam skala luar biasa, unprecedented (belum pernah terjadi sebelumnya),” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Alphyanto Ruddyard dalam webinar bertajuk “Diplomasi Multilateral Indonesia di tengah Covid-19”, Kamis (30/4/2020).

Febrian membandingkan pandemi Covid-19 dengan wabah sebelumnya dalam sejarah umat manusia. Misalnya, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang hanya menyentuh sebagian kecil negara. Hal serupa juga terjadi saat wabah Spanish Flu pada 1918 dimana jumlah orang masih relatif sedikit dan ketergantungan antarnegara tidak semasif saat ini.

“Tidak bisa dipungkiri kita tidak bisa keluar sendiri, kita tidak bisa menghadapi krisis ini sendirian. Oleh karena itu, diplomasi multilateral semakin relevan,” ujar Febrian.

Febrian mengatakan pergerakan manusia telah membawa virus lintas negara, namun pergerakan manusia juga yang memberi nilai tambah bagi perekonomian. Dia mengakui semua negara kini menghadapi tekanan dengan situasi up to the neck (hampir tenggelam), sehingga sulit untuk membantu negara lainnya.

Febrian membandingkan dengan krisis moneter tahun 1998 dimana beberapa negara tidak terdampak sehingga bisa menjadi penolong (donor) bagi negara lain. Sebaliknya, krisis Covid-19 dialami semua negara. Itu artinya, kemampuan untuk menolong pihak lain semakin terbatas.

“Masing-masing (negara) memiliki tekanan luar biasa utk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ini yang membedakan dengan krisis dunia internasional yang pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Febrian mendorong agar semua negara mengedepankan prinsip kerja sama multilateralisme dalam penanganan Covid-19. Misalnya, saat vaksin dan obat-obatan Covid-19 sudah ditemukan, negara-negara harus mampu menjamin akses setara dan berkeadilan.

“Saya tidak bisa membayangkan apabila kerja sama yang kita lakukan tidak didasarkan prinsip multilateralisme, akan ada negara lebih kuat, penduduk lebih banyak yang mendapat vaksin duluan tanpa peduli yang lain,” kata Febrian.

Febrian menambahkan masalah vaksin bisa menjadi pelik. Pasalnya, jika akses vaksin untuk negara dengan ekonomi terbelakang dinomorduakan, maka bukan tidak mungkin negara-negara itu akan menjadi episentrum baru virus Covid-19.

“Kalau hanya negara-negara yang punya uang, yang mempunyai teknologi pengembangan vaksin yang dapat, maka itu tidak akan menyelesaikan masalah karena bisa muncul lagi gelombang virus kedua, ketiga, atau keempat,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Antisipasi Second Wave Covid-19, Waket Komisi XI Desak Jokowi Bentuk Badan Kedaulatan Pangan Nasional

Data Kementerian Sosial, saat ini ada sekitar 20 juta kepala keluarga yang membutuhkan bantuan langsung seiring dengan menurunnya daya beli di masyarakat

POLITIK | 29 April 2020

Indonesia Alami Resesi Demokrasi

Indonesia saat ini dinilai tengah mengalami resesi demokrasi yang cukup tajam

POLITIK | 29 April 2020

DPR Minta BUMN Transportasi Harus Atur Ulang Skema Bisnis

Anggota Komisi VI DPR, Achmad Baidlowi, meminta agar sejumlah BUMN bidang transportasi segera mencari strategi baru menghadapi kebijakan pengetatan perjalanan

POLITIK | 30 April 2020

Saan Mustofa: Perppu Pilkada Sudah di Meja Presiden Jokowi

Anggota Komisi II DPR Saan Mustofa mengungkapkan rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang pilkada sudah di meja Presiden Jokowi.

POLITIK | 30 April 2020

DPD Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Ditunda

DPD meminta pembahasan RUU Cipta Kerja ditunda. Alasannya, kondisi sekarang tidak memungkinkan pembahasan karena terjadi wabah virus "corona" atau Covid-19.

POLITIK | 30 April 2020

Hari Buruh, FSPMI Akan Gelar Aksi Virtual

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day dengan #TolakOmnibusLaw dan #StopPHK.

POLITIK | 30 April 2020

Komisi III Tak Keberatan Jika Pemerintah Bentuk Timwas Asimilasi

Komisi III DPR tidak keberatan apabila memang pemerintah memandang perlu membentuk tim pengawas (timwas) pemberian asimilasi bagi napi

POLITIK | 28 April 2020

MPR Dukung Rapid Test di Permukiman Padat Penduduk

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan pihaknya mendukung rencana Pemerintah Daerah (Pemda) dan relawan menggelar tes Covid-19 di permukiman padat penduduk

POLITIK | 28 April 2020

DPR: Distribusi Bansos Perlu Libatkan Kepala Daerah

Komisi VIII DPR menilai penyaluran bantuan sosial (bansos), khususnya di tengah pandemi Covid-19, perlu dievaluasi

POLITIK | 28 April 2020

Bahas RUU Ciptaker, Baleg DPR Bicara Prosedur

Badan Legislasi (Baleg) DPR menilai dibahas atau tidaknya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) sesuai permintaan pemerintah

POLITIK | 27 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS