Istana Klarifikasi Pernyataan Jokowi tentang Berdamai dengan Covid-19

Istana Klarifikasi Pernyataan Jokowi tentang Berdamai dengan Covid-19
Jokowi Tekankan Tiga Hal Atasi Krisis Pangan di Musim Kemarau ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Lenny Tristia Tambun / AMA Jumat, 8 Mei 2020 | 10:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Negara, Bey Triadi Machmudin menjelaskan, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat berdamai dengan Covid-19 bermaksud supaya masyarakat tetap produktif di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19.

“Bahwa Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar Covid-19 segera hilang. Tetapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19, menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan,” kata Bey Triadi Machmudin, Jumat (8/5/2020).

Ia mengungkapkan, sampai saat ini, Covid-19 memang belum ada antivirusnya. Namun masyarakat bisa mencegah tertular dari virus corona.

“Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yg disebut the New Normal atau tatanan kehidupan baru,” ujar Bey Triadi Machmudin.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun. Namun demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Kamis (7/5/2020) lalu.



Sumber: BeritaSatu.com