Ini Alasan Amien Rais Buat Partai Baru Menurut Pengamat

Ini Alasan Amien Rais Buat Partai Baru Menurut Pengamat
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah) berfoto bersama dengan Ketua Majelis Kehormatan Amien Rais (kiri), politikus PAN Hanafi Rais (kedua kiri), Asman Abnur (kanan), dan Mulfachri Harahap (kedua kanan) saat hadir pada acara Rakernas V PAN di Jakarta, membahas pelaksanaan Kongres PAN. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Yeremia Sukoyo / JAS Minggu, 10 Mei 2020 | 18:55 WIB

Jakarta, Beritasatu - Amien Rais beserta sejumlah pendukungnya disebut-sebut terus mematangkan rencana pembentukan partai baru pecahan Partai Amanat Nasional (PAN). Rencana pembentukan partai baru bahkan semakin mencuat pasca mundurnya Hanafi Rais dalam kepengurusan PAN dan Fraksi PAN DPR. Pengamat menilai upaya Amien Rais mendirikan partai baru karena kecewa.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai, keinginan Amien Rais yang ingin membuat partai baru bisa saja dilandasi faktor kekecewaan lantaran ada kepentingannya yang tidak diakomodasi Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas).

"Secara hipotesis, bisa kita menarik ke sana (kekecewaan). Amien Rais pendiri PAN, tokoh senior, lalu sekarang ingin mendirikan partai baru. Berarti kepentingan politiknya di PAN pimpinan Zulhas tidak terakomodasi sesuai yang diinginkan," kata Emrus Sihombing, di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Direktur Eksekutif Emrus Corner itu menjelaskan, biasanya para aktor politik suatu partai juga berpolitik di internal partai. Di situ bahkan sering terjadi berbagai transaksi kepentingan yang tidak muncul di permukaan.

"Bisa jadi kepentingan Amien Rais tidak terakomodasi oleh tawaran-tawaran yang diberikan Zulhas. Jadi tidak ada titik temu di antara dua tokoh ini di PAN," ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, dalam upaya pendirian partai baru, bisa saja Amien Rais sesungguhnya menginginkan sesuatu. Di sisi lain, Zulhas tidak bisa memenuhi keinginan tersebut. "Misalnya ada kepentingan yang ditawarkan 10 poin, Zulhas hanya bisa memenuhi 5 poin," kata Emrus.

Menurutnya, tidak mudah bagi Amien Rais untuk mundur dari PAN karena Amien selama ini mendirikan dan membidani PAN. Membentuk partai baru, tentu harus keluar dari PAN yang selama ini dibesarkan.

"Keluar dari partai yang didirikan sendiri, berarti memang ada sesuatu transaksi kepentingan di internal partai belum ada titik temu. Tetapi saya mengatakan bahwa pendirian partai baru, itu bisa terwujud bisa juga tidak. Terwujud jika Amien Rais sangat kukuh mendirikan partai baru bersama para pendukungnya. Tetapi bisa saja tidak terwujud apabila terjadi lagi komunikasi dengan Zulhas," ujar Emrus.

Di sisi lain, bisa saja ide atau gagasan mendirikan partai yang diembuskan Amien Rais dilakukan agar mempunyai posisi tawar untuk berdiskusi dengan Zulhas, sehingga tidak jadi membentuk partai.

"Ada simbol-simbol yang disampaikan untuk kembali berkompromi. Saya katakan, politik itu seni berkompromi, dan politik itu tidak ada musuh dan lawan sejati. Jadi tidak tertutup peluang Amien Rais masih menjadi bagian dari PAN," ucapnya.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno juga meyakini rencana pembentukan partai baru oleh Amien Rais sebagai bentuk kekecewaan.

"Ya tentunya didasari kekecewaan terhadap Zulhas. Tentu alasannya banyak, persisnya hanya Amien Rais dan Tuhan saja yang tahu. Yang jelas, publik menangkap kekecewaan Amien itu," kata Adi Prayitno.

Menurutnya, kekecewaan Amien Rais bisa didasari oleh dua hal. Pertama, "rekonsiliasi" pascakongres tidak sepenuhnya terjadi karena pihak yang berseberangan tidak bisa mengakomodasi semua. "Tapi inilah realitas politik. Segala sesuatu ditentukan pemenang. Tak bisa dimungkiri, sejarah selalu diukir para pemenang," ucapnya.

Kedua, terkait sikap politik PAN yang dinilai dekat dengan kekuasaan. Sementara di sisi lain banyak kader PAN yang ingin jadi oposisi. "Padahal, PAN sampai sekarang tetap oposisi, tapi komunikasi politik dengan pemerintah jalan terus," tutup Adi Prayitno.



Sumber: BeritaSatu.com