PPP: Tinjau Ulang Rencana Pelonggaran Aktivitas

PPP: Tinjau Ulang Rencana Pelonggaran Aktivitas
Sejumlah karyawan pulang kerja di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 17 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / WM Kamis, 14 Mei 2020 | 13:45 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi mengingatkan pemerintah bahwa penderita corona paling banyak justru di usia 45 tahun ke bawah. Daripada melonggarkan peraturan bekerja demi menghindari PHK, lebih baik Pemerintah merelaksasi kebijakan, bahkan hingga membolehkan perusahaan tak membayar gaji karyawan.

Hal itu disampaikan Baidowi terkait rencana diperbolehkannya warga berusia di bawah 45 tahun untuk beraktivitas selama Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya tentang sebaran usia penderita Covid-19, sebanyak 53,4 persen penderita adalah yang berumur 0,1 - 45 tahun. Sisanya berumur 46 hingga di atas 60 tahun.

"Dari data tersebut menunjukkan bahwa jumlah usia di bawah 45 tahun yang terpapar covid-19 sekitar 53,4% alias lebih banyak," kata Baidowi, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, dari situ bisa terlihat bahwa warga pada rentang usia demikian justru paling rawan membawa virus itu. "Dan ketika mereka membawa virus maka berpotensi menyebar di lingkungan," imbuhnya.

Baidowi mengatakan, pihaknya memahami bila pemerintah melihat bahwa membuka aktivitas ekonomi adalah penting demi menghindarkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika itu yang ditakutkan, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan alternatif ketimbang membiarkan aktivitas dilonggarkan namun resiko penularan jadi tinggi.

Menurut Baidowi, pemerintah bisa mengeluarkan regulasi yang berisi relaksasi kebijakan kepada perusahaan untuk menunda ataupun peniadaan pembayaran gaji untuk waktu selama pandemi Covid-19.

"Karena yang terpenting adalah keselamatan warga menjadi prioritas," imbuhnya.

Ditegaskannya, PPP menilai salah satu solusi memutus penyebaran Covid-19 adalah dengan melakukan physical distancing dan social distancing.

"Nah kalau ini dilanggar, maka sulit untuk menghentikan laju Covid-19,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com