PSBB Tidak Melarang Ibadah, Hanya Atur Peribadatan

PSBB Tidak Melarang Ibadah, Hanya Atur Peribadatan
Petugas amil zakat mengenakan pelindung wajah dan masker saat melayani pembayaran zakat fitrah dan infaq di Masjid At Thoharoh, di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (16/5/2020). Penggunaan pelincung wajah dimaksudkan untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona di tengah pandemi Covid-19 saat ini. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 19 Mei 2020 | 13:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak melarang umat beragama untuk beribadah, melainkan hanya mengatur peribadatan untuk mencegah terjadinya penyebarluasan virus corona atau Covid-19.

Karena itu, ia meminta jajaran kementeriannya dapat melakukan sosialisasi yang lebih jelas untuk menjelaskan penerapan protokol kesehatan, aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terutama dalam menjalankan ibadah.

“Dalam penerapan protokol kesehatan maupun aturan PSBB, saya minta betul-betul dijelaskan, diberi pemahaman, disosialisasikan bahwa pemerintah tidak melarang untuk beribadah,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang persiapan Idulfitri 1441 H melalui video conference di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Justru, lanjut Kepala negara, pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong umat beragama meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah masing-masing.

“Yang kita imbau, kita atur adalah peribadatan yang dilakukan sesuai protokol kesehatan dan anjuran ibadah di rumah yang bisa dilakukan bersama-sama. Saya rasa sudah sering kita sampaikan hal itu,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta petugas di lapangan memperketat penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional karena dikhawatirkan pasar tradisional berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19. Pasar tradisional sudah mulai ramai dikunjungi warga yang ingin membeli kebutuhan untuk hari raya.

Karena kunci keberhasilan pengendalian penyebaran virus corona adalah kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak aman, memakai masker dan menghindari kerumunan atau konsentrasi massa.

Untuk itu, Kepala Negara kembali menegaskan petugas dilapangan agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan di lapangan, terutama menjelang dan pada saat Hari Raya Idulftri.



Sumber: BeritaSatu.com