Kemlu Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan Penyelidikan Covid-19

Kemlu Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan Penyelidikan Covid-19
Dari kiri ke kanan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menkominfo Jhonny G Plate, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat berdiskusi dengan pemimpin redaksi media massa membahas masalah virus korona (Covid-19) dan isu-isu aktual lainnya di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. ( Foto: BeritaSatu.com / Primus Dorimulu )
Natasa Christy Wahyuni / EHD Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan pertemuan Majelis Umum Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) yang digelar secara virtual selama dua hari pada Senin (18/5/2020) sampai Selasa (19/5/2020) mengadopsi resolusi tentang upaya bersama negara-negara di dunia untuk penanganan Covid-19.

Dia menegaskan resolusi itu sama sekali tidak menyinggung penyelidikan atau investigasi tentang virus corona sebagaimana marak dalam pemberitaan.

“Kalau kita lihat resolusi secara utuh, tidak ada penyebutan spesifik permintaan investigasi (virus corona). Tapi ini adalah upaya bersama negara-negara di dunia untuk penanganan Covid-19, itu sebabnya disebut Resolution on the Global Covid-19 Response,” kata Faizasyah dalam press briefing virtual di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Resolusi yang diajukan oleh Uni Eropa (UE) dan didukung (cosponsored) oleh lebih dari 130 negara anggota WHO itu disahkan dalam sesi ke-73 WHA di Jenewa, Swiss.  “Jika ditanya, apakah Indonesia bagian dari negara-negara yang menginginkan adanya investigasi? Maka pertanyaannya tidak tepat,” kata Faizasyah.

Faizasyah menambahkan Indonesia sejak awal telah menjadi bagian dari cosponsored resolusi tersebut. Tiongkok pada akhirnya juga menjadi salah satu negara yang mensponsori resolusi itu.

“Kita tidak ingin adanya politisasi terhadap resolusi yang sebenarnya mempunyai niatan baik dari kerja sama Covid-19,” katanya.
Menurutnya, dengan dukungan Tiongkok dalam resolusi itu, seharusnya tidak ada lagi hal yang menimbulkan perdebatan terkait isi resolusi.

Faizasyah menyatakan Indonesia mendukung WHO untuk menjalankan fungsinya dengan baik sebagai organisasi yang khusus didedikasikan untuk kesehatan dunia.

“Indonesia sebagai negara terus memberikan dukungan kepada WHO dan perannya terhadap dunia internasional. Mudah-mudahan kita lebih melihatnya sebagai institusi profesional, tidak dikaitkan kepentingan politik mana pun,” ujarnya.

Polemik tentang WHA muncul setelah pertemuan itu disebut akan mengesahkan resolusi tentang penyelidikan asal mula virus corona yang awalnya didorong oleh Australia, tapi secara resmi diajukan oleh UE. Resolusi yang dimaksud ternyata tidak menyebutkan sama sekali tentang penyelidikan, sebaliknya respons bersama atas pandemi.

 



Sumber: BeritaSatu.com