Terkait Pemenang Lelang Motor Jokowi, Istana Minta BPIP Tanggung Jawab

Terkait Pemenang Lelang Motor Jokowi, Istana Minta BPIP Tanggung Jawab
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik buatan dalam negeri Gesits seusai melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terlibat proses produksi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). Audiensi tersebut membahas persiapan produksi massal sepeda motor listrik Gesits. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Lenny Tristia Tambun / JEM Jumat, 22 Mei 2020 | 13:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, terkait pemenang lelang motor listrik milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditangkap Polda Jambi merupakan tanggung jawab Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Bukan menjadi tanggung jawab Istana maupun Presiden Jokowi.

Tanggung jawab itu karena yang menyelenggarakan konser solidaritas kemanusian bertajuk “Bersatu Melawan Corona” yang digelar secara virtual pada hari ini, Minggu (17/5/2020) adalah BPIP.

“Jadi kalau boleh saya sarankan, bertanya kepada BPIP atau Ketua BPIB. Karena semua mekanisme dalam acara itu atas tanggung jawab dari penyelenggara, BPIP. Jadi Istana tidak ada sangkut pautnya,” kata Donny Gahral Adian kepada Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Disebutkannya, Presiden Jokowi hanya menyerahkan motornya kepada BPIP yang menjadi panitia penyelenggara konser. Kemudian proses lelang motor listrik tersebut pun dilakukan dibawah tanggung jawab BPIP sebagai penyelenggara.

“Karena kan Istana hanya menyerahkan motor untuk dilelang. Yang melelang itu adalah panitia, dalam hal ini BPIP sebagai penyelenggara,” ujar Donny Gahral Adian.

Sehingga, semua pertanyaan terkait teknis dan mekanisme lelang yang akhirnya berujung penangkapan pemenang lelang karena tidak sanggup membayar hasil lelang motor senilai Rp 2,55 miliar, harus dikonfirmasi dan diverifikasi oleh BPIP.

“Jadi pertanyaannya harus kesana, karena teknis lelang dan verifikasi semuanya BPIP. Kalau Istana tidak bisa berkomentar, karena tidak ada sangkut pautnya terhadap itu. Kalau mau jawaban lebih jelas dan teknis ke ketua BPIP saja,” ungkap Donny Gahral Adian.

Termasuk juga keberadaan motor listrik Jokowi yang dilelang, lanjutnya. Karena Presiden Jokowi sudah menyerahkan motornya kepada pihak panitia lelang.

“Betul-betul. Itu kan sudah diserahkan kepada panitia. Nah panitia melelang. Nah dalam pelelangan itu menjadi masalah. Karena menjadi masalah, panitia harus bertanggung jawab. Begitu, bukan Istana, bukan presiden,” tegasnya.

Seperti diketahui, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan menggelar konser solidaritas kemanusian dengan tajuk "Bersatu Melawan Corona" pada Minggu (17/5/2020), pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Konser tersebutdigelar secara virtual dan disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi.

Konser tersebut dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Persiden RI Ma'aruf Amin, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI Bambang Soestatyo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, serta artis-artis ternama sebagai pengisi acara seperti Judika, Rossa, Via Vallen dan lainnya.

Pagelaran konser tersebut merupakan hasil kerja sama BPIP dengan MPR RI, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Indika Foundation, dan GSI Lab.

Dalam konser tersebut, saat dibuka lelang untuk motor listrik Jokowi, banyak yang melakukan penawaran, mulai dari Rp 500 juta, lalu kemudian naik menjadi Rp 1 miliar, selanjutnya Rp 2 milar.

Bahkan tokoh PDI Perjuangan Maruarar Sirait sempat menawar motor listrik tersebut sebesar Rp 1 miliar. Namun ia dikalahkan dengan penawar lainnya yang juga tertarik memiliki motor tersebut.

Dari hasil lelang tersebut, dua orang yang melakukan tawaran tertinggi, yakni seorang pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi yang bernama M Nuh dengan nilai Rp 2,55 miliar. Kemudian di posisi kedua tawaran tertinggi adalah Warren Tanoesoedibyo dengan nilai Rp 2,1 miliar

Otomatis motor listrik dengan merek Gesits ini menjadi milik M Nuh. Padahal, motor listrik milik Presiden Jokowi yang memiliki tenaga baterai menempuh jarak 70 kilometer (km) dijual secara resmi dengan harga sekitar Rp 25 juta per unit.

Namun setelah konser selesai, tak disangka pemenang lelang motor listrik Jokowi ini bukan seorang pengusaha seperti diakuinya saat menelepon melakukan tawaran lelang. Melainkan, ia hanya seorang buruh harian lepas.

Muhammad Nuh atau M Nuh ini kini tengah diperiksa aparat kepolisian Polda Jambi. Karena hingga saat ini, M Nuh tak kunjung membayar motor yang dimenangkannya senilai Rp 2,55 miliar tersebut.

 



Sumber: BeritaSatu.com