Data KPU yang "Bocor" Ternyata Memang Bisa Diakses Siapa Saja

Data KPU yang
Ilustrasi DPT (Foto: Antara)
Fuska Sani Evani / FMB Jumat, 22 Mei 2020 | 18:23 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menyikapi "bocornya" 2,3 juta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) asal DI Yogyakarta, yang akan dijual oleh peretas, KPU DIY menyebutkan bahwa data itu sesungguhnya bisa diakses publik untuk mencermati pendataan pemilih.

Dikonfirmasi, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, data KPU yang "bocor" tersebut merupakan soft file DPT Pemilu 2014, dan soft file dalam bentuk PDF tersebut memang dikeluarkan sesuai regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik.

Hamdan bahkan mengatakan, data yang bisa diakses itu, sudah sesuai dengan Undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu, pasal 38.

“Jadi data itu memang untuk kebutuhan publik dan bisa diakses masyarakat untuk mengetahui dirinya terdaftar atau belum," katanya, Jumat (22/5/2020)

Sehingga ancaman hacker yang akan menjual data tersebut menurut Hamdan, terlalu mengada-ada. Bahkan data yang tersebar tersebut berdasarkan jejak, sudah terunggah sejak tanggal 15 November 2013.

“KPU Pusat sudah bekerja untuk menelusuri akun hacker yang menyebarluaskan dan menjual data DPT tersebut. Termasuk pengecekan internal, server dan kondisi yang lainnya," ujarnya.

Diketahui, server Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diduga telah diretas sehingga beberapa data-data pribadi DPT bocor dan telah dijual di forum hacker di media sosial. Pelaku juga mengancam akan menjual 200 juta data DPT milik KPU. Data DPT tersebut berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Hamdan mengaku belum mengetahui modus lain dari ancaman hacker tersebut, dan meminta agar perkara itu diselidiki secara hukum formal.



Sumber: BeritaSatu.com