Berdamai dengan Covid-19 Tidak Berarti Negara Kalah
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Berdamai dengan Covid-19 Tidak Berarti Negara Kalah

Jumat, 22 Mei 2020 | 18:41 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Yohanis Fransiskus Lema menilai, ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berdamai dengan Covid-19 bukan berarti negara menyerah terhadap pandemi Covid-19. Sebaliknya, berdamai berarti melakukan berbagai tindakan penyesuaian dan menjalankan adaptasi baru dalam seluruh aspek kehidupan manusia terhadap Covid-19.

Apalagi World Health Organization (WHO) memperkirakan, Covid-19 tidak akan hilang dan akan terus ada dalam kehidupan manusia. Untuk itu, dibutuhkan berbagai penyesuaian baru sambil menunggu ditemukan vaksin penyembuh penyakit impor dari Tiongkok tersebut. Berbagai penyesuaian itu misalnya, menjaga jarak secara fisik, pakai masker, rajin cuci tangan, danmenerapkan pola hidup sehat.

“WHO menyebutkan Covid-19 tidak akan cepat hilang, bahkan mungkin tetap ada dalam kehidupan manusia. Saat belum ditemukan vaksin penyembuhnya, hidup berdamai dan berdampingan dengan Covid-19 adalah pilihan logis yang bisa dilakukan. Tujuannya agar aktivitas kehidupan/ekonomi kembali berjalan, tetapi tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan secara super ketat," kata aktivis mahasiswa 1998 yang akrab disapa Ansy Lema tersebut dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Ia melanjutkan, "Perang melawan Covid-19 tidak lagi 'dari dalam rumah', tetapi 'dari luar rumah'. Yang sakit diobati, yang sehat bisa beraktivitas seperti biasa. Keluar rumah, melanjutkan aktivitas kerja, sambil konsisten menjalankan protokol kesehatan."

Menurut wakil rakyat asal NTT itu, pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan manusia, tetapi mengancam seluruh dimensi kehidupan manusia, termasuk ekonomi rumah tangga, masyarakat dan negara. Pekerja informal sebanyak 70,49 juta (56%) paling terdampak akibat terbatasnya mobilitas usaha dan ekonomi mereka. Kelompok pekerja sektor ini kini banyak yang tidak bekerja, sehingga tidak memiliki penghasilan.

“Juga dari 56 juta para pekerja formal (44%), khusus di sektor industri dan manufaktur kini terancam. Banyak yang sudah di-PHK, karena tidak ada produksi dan mobilitas distribusi terancam. Menurut Kemenaker, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan di tengah pandemi Covid-19 sejauh ini bisa mencapai 2,9 juta orang. Angka ini kemungkinan akan bertambah jika aktivitas kerja manusia tidak digerakkan,” beber Ansy.



Sumber: Rilis


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Data KPU yang "Bocor" Ternyata Memang Bisa Diakses Siapa Saja

Soft file data bocor KPU tersebut sesungguhnya bisa diakses publik untuk mencermati pendataan pemilih.

POLITIK | 22 Mei 2020

Mahfud MD: Arab Saja Anjurkan Salat Ied di Rumah

Menko Polhukam, Mahfud MD mengungkapkan, jangankan Indonesia, Arab Saudi saja menginstruksikan salat ied di rumah.

POLITIK | 22 Mei 2020

Azis Syamsuddin: Tidak Ada Ketentuan Batas Waktu Pengesahan RUU

Tidak ada tenggang waktu yang ditetapkan secara pasti untuk dijadikan sebagai alat ukur menetapkan UU.

POLITIK | 22 Mei 2020

Kemsos: Bila Ada Beras Kualitas Buruk, Langsung Kita Ganti

Kementerian Sosial menjamin beras dan paket sembako bantuan sosial (Bansos) Presiden RI berkualitas baik.

POLITIK | 22 Mei 2020

Kemkominfo dan BSSN Akan Selidiki Dugaan Data KPU Bocor

Kementerian Telekomunikasi dan Informatika dan KPU akan menyelidiki kebocoran data pribadi 2,3 juta masyarakat Indonesia di dunia maya.

POLITIK | 22 Mei 2020

Terkait Pemenang Lelang Motor Jokowi, Istana Minta BPIP Tanggung Jawab

"Jadi Istana tidak ada sangkut pautnya,” kata Donny Gahral Adian.

POLITIK | 22 Mei 2020

Jutaan Data Diduga Bocor, KPU Periksa Server Data

KPU sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal server data.

POLITIK | 22 Mei 2020

Timwas Covid-19 DPR: Pastikan Tak Ada Penyelewengan Program Penanganan Bencana Covid-19

Timwas Covid-19 DPR ingin agar aparat negara di bidang pengawasan dan penegakan hukum bekerja maksimal

POLITIK | 21 Mei 2020

Pengamat Sebut Kualitas Demokrasi Cenderung Menurun

Kualitas demokrasi cenderung mengalami kemerosotan, terutama dalam enam bulan terakhir.

POLITIK | 21 Mei 2020

Ibas Kerahkan Relawan Salurkan Bantuan Covid-19 Hingga ke Desa

EBY Foundation menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit di Pacitan dan Magetan, Jawa Timur (Jatim).

POLITIK | 21 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS