KPU Bantah Ada Kebocoran Data

KPU Bantah Ada Kebocoran Data
Viryan Azis. ( Foto: Antara )
Roberth Wardhy / MPA Jumat, 22 Mei 2020 | 20:16 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah adanya data KPU yang diretas sehingga terjadi kebocoran. KPU pastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilih pada Pemilu 2014 lalu dalam keadaan aman dan masih terjaga kerahasiaannya.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Viryan Azis melalui akun twitter @viryanazis di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Ia menyebut KPU sudah melakukan pengecekan terhadap data yang dituduh bocor. KPU juga sudah melakukan langkah aktif dengan sejumlah pihak terkait

"Kondisi softfile DPT Pemilu 2014 di KPU aman. Tidak kena hack atau bocor atau diretas," kata Viryan dalam twit-nya.

Dalam grup Whatsapp (WA) media dengan unsur KPU pusat, Viryan menjelaskan pihak terkait yang diminta untuk menelusuri isu kebocoran data tersebut adalah Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) dan Cyber Crime Mabes Polri. Semuanya menyatakan aman.

"Data KPU sebagaimana saya sampaikan (DPT 2014, Red) tidak bocor. Data DPT 2014 yang salah satunya ditampilkan adalah data yang bulan Nopember 2013," jelas Viryan.

Dia membantah data yang dicuit akun @underthebreach yang menyatakan bocor. Dari hasil penelusuran KPU, tidak ada data yang bocor seperti disampaikan dalam ciutan tersebut.

Dia menyebut bisa dari sumber lain. Namun dia tidak menyebut sumber mana yang bocor.

Sebelumnya, beredar informasi ada sekitra 2,3 juta data warga negara Indonesia bocor di internet. Informasi itu dilaporkan Under the Breach, sebuah akun Twitter yang memantau aktivitas hacker dan kebocoran data pribadi. Data tersebut merupakan data daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu tahun 2014 lalu. Hacker mengklaim mendapat data tersebut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam format PDF.

Data pribadi yang bocor mencakup nama, jenis kelamin, alamat, nomor KTP, tempat tanggal lahir, usia, status lajang atau menikah. Peretas mengklaim juga punya informasi nomor Kartu Keluarga.

Hacker mem-posting data pribadi warga Indonesia di Raid Forums, sebuah forum komunitas hacker untuk saling berbagi informasi data pribadi. Hacker itu menggunakan username Arlinst.

Pada bulan Maret 2019 lalu, Pakar Teknologi Informasi Ruby Alamsyah pernah bercerita data pribadi masyarakat yang masuk dalam DPT pemilu 2014 lalu pernah bocor. Saat itu, selama beberapa hari KPU tidak memberikan keamanan terhadap 150 juta data pribadi, sehingga siapa pun bisa mengunduhnya secara cuma-cuma.

"Waktu itu bisa kita download secara legal, bukan di-hack ya. Karena kesalahan pengamanan data base KPU. Tapi itu hanya berlangsung dalam hitungan hari," kata Ruby.

Saat ditanyakan masalah itu ke Viryan, dia beralasan data yang disampaikan Ruby tidak spesifik. Hal itu menyulitkan KPU dalam melacak kebenarannya.

"Saya menanyakan yang dimaksud waktunya kapan? Kalau tidak jelas waktunya kapan, bagaimana saya bisa cek. Saya mau fokus pada postingan yang menjadi berita sejak kemarin. Saya jawab hal tersebut karena sudah dilakukan penelusuran," tutup Viryan.



Sumber: BeritaSatu.com