Protokol Penerapan Konsep New Normal Perlu Disosialisasikan

Protokol Penerapan Konsep New Normal Perlu Disosialisasikan
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (keempat kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers seusai meninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2020. (Foto: Antara / Sigid Kurniawan)
Yeremia Sukoyo / WM Selasa, 26 Mei 2020 | 17:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan adanya keinginan rakyat Indonesia untuk memasuki era normal baru (new normal). Kondisi itu mendesak pemerintah melakukan penegakkan protokol kesehatan yang melibatkan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Pada tahap awal aturan tersebut akan diberlakukan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Keempat provinsi itu adalah Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Gorontalo.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya menilai, saat ini yang paling penting adalah protokol yang telah ditentukan jelas dan bisa diimplementasikan di berbagai situasi. Seperti baru baru ini dilakukan Kemkes yang telah mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja, kantor, dan di pabrik-pabrik.

"Nah, yang seperti ini, harus benar benar tersosialiasikan dengan baik sehingga panduan atau protokol yang telah ditetapkan pun benar benar terlaksana dengan baik," kata Willy Aditya, di Jakarta, Selasa (26/5/2020)

Menurutnya, saat ini beberapa lembaga juga telah mengeluarkan langkah yang intinya kurang lebih sama dengan apa yang disebut kehidupan normal kembali (new normal).

"Badan POM misalnya, saya lihat juga mengeluarkan hal yang sama. Sebab jika tidak maka ini akan menjadi bom waktu. Kehidupan new normal yang akan kita jelang harus benar benar dibarengi dengan kesiapan berbagai hal," ujarnya.

Kesiapan tersebut di antaranya juga meliputi upaya edukasi kepada warga masyarakat untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan dan tetap jaga jarak. Kemudian kemampuan dunia medis untuk penanganan Covid-19 juga harus terus ditingkatkan.

"Karena dengan konsep new normal ini, berarti kan kita akan hidup berdampingan dengan virus corona ini. Artinya ia akan menjadi salah satu jenis penyakit seperti penyakit-penyakit lainnya," ujar Willy.

Atas konsep ini maka nantinya akan ada yang terkena virus, namun ada pula yang tetap sehat. Untuk masyarakat yang terkena virus, maka dibutuhkan kesiapan dari rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk soal yang terakhir ini saya lihat kemampuan rumah sakit kita sudah cukup baik. Tes PCR juga sudah bisa mendekati angka 10 ribu, angka kematian yang kecil, dan angka kesembuhan yang cukup besar," kata Willy.

Artinya, sudah kabar baik bagi masyarakat Indonesia dan diharapkan benar bahwa masyarakat siap dan sudah saatnya untuk hidup normal. "Saya lihat negara negara lain juga sudah mulai mengambil langkah serupa. Jerman, Jepang, bahkan Amerika," ucapnya.

Karena bagaimana pun, menurut Willy, Indonesia memang tidak bisa seperti ini terus. Tidak sekadar aspek ekonomi yang perlu dipertimbangkan, namun berbagai ahli pun sudah menyarankan bahwa masyarakat tidak bisa terus menerus menolak virus ini.

"Kita harus berani hidup berdampingan dengan mereka (virus corona). Justru dengan begitu imunitas kita jadi terlatih," ujarnya.

Apalagi, Indonesia sendiri tengah memasuki musim panas atau kemarau. Berbagai riset menyebutkan, masifnya sinar matahari turut membantu penurunan penularan wabah Covid-19.

"Dan ini diperkuat oleh berbagai riset yang lain dimana wabah memang akan mereda mulai bulan Juni ini," ucapnya.

Artinya, dari berbagai aspek tersebut tentunya bisa mendukung kebijakan new normal yang akan diberlakukan juga oleh pemerintah. Dirinya pun berharap, kedisiplinan bisa menjadi ciri baru dari perilaku kehidupan masyarakat, terutama di kantor dan tempat lainnya.

"Sekali lagi, ini butuh sosialiasi yang baik dari pemerintah dan disertai dengan penerapan yang bertahap," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com