Ketua DPR Minta Aturan New Normal Disusun Komprehensif

Ketua DPR Minta Aturan New Normal Disusun Komprehensif
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat menunda mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Permintaan saat penyerahan bantuan sembako dari DPR kepada para karyawan dan masyarakat sekitar kompleks parlemen di Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis, 23 April 2020. (Foto: Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Rabu, 27 Mei 2020 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani meminta agar rencana pemerintah untuk mengeluarkan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (New Normal) disiapkan dengan rinci, seksama, dan mencakup berbagai aspek.

"Jangan sampai teknis protokol-nya disiapkan secara terburu-buru sehingga tidak matang dan malah memunculkan kebingungan baru di masyarakat," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: PDIP Dukung Penuh Kebijakan New Normal

Menurut Puan, protokol kenormalan baru tentu akan berbeda-beda untuk setiap jenis kegiatan atau lokasi. Contohnya protokol di pasar, pusat perbelanjaan, sekolah, tempat kerja, atau tempat umum lainnya, akan memiliki variasinya masing-masing.

Dan untuk diketahui, lanjut Puan, organisasi WHO telah menyusun beberapa pertimbangan bagi negara-negara sebelum menerapkan kehidupan normal baru. Seperti kemampuan untuk mengendalikan transmisi virus corona, kemampuan Rumah Sakit untuk menguji, mengisolasi serta menangani tiap kasus dan melacak tiap kontak.

Baca juga: 1 Juni, Jabar Mulai Terapkan New Normal

Puan juga mengusulkan agar Pemerintah menyarikan kajian-kajian ilmiah sebelum penerapan kenormalan baru. Kajian harus dilakukan secara mendalam sebagai acuan pengambilan kebijakan.

Pemerintah juga harus menempatkan transparansi data menjadi poin penting. Sebab pemerintah perlu menjelaskan kepada rakyat, semisal soal posisi Indonesia dalam kurva pandemic Covid-19, serta bagaimana prediksi perkembangannya ke depan.

"Sehingga rakyat mengetahui jelas mengapa disusun protokol kenormalan baru," kata Puan.

Baca juga: New Normal, Anggota DPR Minta Aparat Polri Tak Terpancing Emosi

Di dalam protokol kenormalan baru, lanjut Politikus PDIP itu, harus ada skenario dan simulasi apa yang harus segera dilakukan jika tiba-tiba ada gelombang baru penyebaran virus corona.

"Jadi harus benar-benar lengkap rincian antisipasi dan langkah-langkahnya. Termasuk pihak mana saja yang bertanggung jawab atas setiap tindakan. Kesemuanya nanti harus dilakukan secara disiplin. Baik dari aparat pemerintah yang mengawasi, maupun juga disiplin dari warga," pungkas Puan.



Sumber: BeritaSatu.com