Mendagri Paparkan Strategi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Mendagri Paparkan Strategi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Carlos KY Paath / FER Rabu, 27 Mei 2020 | 17:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan, pemerintah telah menyiapkan strategi terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020.

Baca Juga: Komisi II DPR Gelar Raker Bahas Pilkada Serentak

Tito menyampaikan strategi dimaksud dalam rapat kerja (raker) Komisi II DPR secara virtual yang turut diikuti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (27/5/2020).

"Memang sampai saat ini kita tengah menghadapi pandemi virus corona (Covid-19), tapi kita punya strategi dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 nanti," tegasnya.

Salah strategi itu yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat. Menurut Tito Karnavian, pemerintah bakal berkoordinasi dengan KPU menyangkut keprotokolerannya.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan KPU terkait protokolernya. Kami dari Kemdagri juga akan membantu dengan turun langsung ke desa-desa sebagaimana yang kami laksanakan dalam proses pembagian bansos (bantuan sosial)," kata Tito.

Baca Juga: PDIP Matangkan Persiapan Pilkada Serentak 2020

Menurut Tito, pendaftaran pasangan calon pun tidak harus rombongan. Demikian halnya pengundian nomor urut, lanjut Tito, bisa secara virtual. "Kampanye bisa dilakukan dengan menghindari kampanye akbar misalnya menggunakan kampanye media," ungkap Tito.

Mengenai proses pelaksanaan pemilihan, Tito menyatakan, pihaknya akan meniru negara-negara lain yang sukses menggelar pesta demokrasi di saat pandemi.

"Dalam pemungutan suara misalnya penambahan bilik. Petugas menggunakan masker dan sarung tangan. Masyarakat juga dibagikan masker dan sarung tangan. Pemungutan bisa diatur perjam karena petugas di TPS sudah kenal dengan pemilihnya, jadi mirip janjian dengan dokter sehingga tidak terjadi penumpukan. Kemudian penghitungan dan hasil pemungutan saya rasa KPU juga sudah punya ide," kata Tito.

Tito menuturkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Baca Juga: Mendagri Instruksikan Pemda Berikan Hibah

"Mereka (Kemkes dan Gugus Tugas, red) melihat memang trennya tidak akan berakhir di 2021, maka mereka mendukung pelaksanaanya di 2020 ini dan mereka akan mendukung prosesnya secara langsung. Diharapkan pemilu ini akan jadi unik karena isunya banyak sekali baik isu kesehatan maupun ekonomi," ucap Tito.



Sumber: BeritaSatu.com