Cegah Penularan Covid-19, KPU Berencana Tambah Jumlah TPS

Cegah Penularan Covid-19, KPU Berencana Tambah Jumlah TPS
Ilustrasi tempat pemungutan suara (TPS). (Foto: ANTARA FOTO)
Robertus Wardi / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 17:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menambah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. Hal itu sebagai implikasi dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid 19).

Baca Juga: KPU Gunakan Alat Coblos Sekali Pakai di Pilkada

"Mungkin jumlahnya akan dua kali lipat," kata Ketua KPU, Arief Budiman, dalam diskusi virtual (online) bertema “Antara Pandemi dan Pilkada, Harus Bagaimana?” di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Arief menjelaskan, penambahan TPS untuk mencegah banyaknya kerumunan atau tumpukan orang saat pencoblosan. Hal itu sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Penambahan TPS bergantung pada kesiapan anggaran. Pasalnya, anggaran yang sudah tersedia sekarang adalah untuk proses Pilkada dalam situasi normal," tegasnya.

Dengan adanya pandemi Covid-19, lanjut Arief, anggaran Pilkada harus ditambah. Selain akan menambah TPS, masih banyak perlengkapan lain yang harus disiapkan.

Baca Juga: DPR Setuju Pilkada Serentak Digelar 9 Desember

"Misalnya pembelian masker, sarung tangan, hand sanitizer, thermometer suhu, alat coblos sekali pakai, dan sebagainya. Semua itu harus disiapkan karena Pilkada harus mengikuti protokol kesehatan. Kita harapkan kekurangan anggaran ditanggung APBN," bebernya.

Arief mengungkapkan, semua penyelenggara dan petugas Pilkada seperti kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) akan melakukan tes cepat atau rapid test Covid-19 sebelum turun ke lapangan.

"Hal itu agar mereka tidak menjadi pembawa atau carrier virus corona ke pemilih. Ini anggarannya juga besar. Karena mereka akan beberapa kali turun ke lapangan. Maka mau tidak mau, mereka mungkin akan berapa kali rapid test," tegas Arief.

Arief menambahkan, tahapan Pilkada serentak bisa dimulai antara tanggal 6 Juni atau 15 Juni 2020. KPU sendiri telah menyiapkan Peraturan KPU (PKPU) terkait pelaksanaan tahapan yang ada.

Baca Juga: Tahapan Pilkada Sesuai Protokol Kesehatan

"Namun, berbagai tahapan akan bisa cepat dilakukan dan tepat waktu jika sudah tersedia anggaran yang telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti penyediaan masker, hand sanitizer, dan sebagainya," pungkas Arief.



Sumber: BeritaSatu.com