Bamsoet Minta Kepala Daerah Bersiap Hadapi New Normal

Bamsoet Minta Kepala Daerah Bersiap Hadapi New Normal
Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 19:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan kepala daerah segera bergerak cepat melibatkan hingga jajaran terbawahnya untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi normal baru (new normal) di masa pandemi covid-19.

Baca Juga: New Normal Jangan Menambah Kasus Covid-19

Bamsoet sejak awal selalu mengingatkan para kepala daerah untuk berperan lebih baik dalam menyelesaikan masalah terkait Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Kini dengan kebijakan pusat yang akan mengarahkan ke normal baru itu, peran pemerintah daerah (Pemda) dinilai kembali krusial.

Ketua MPR mengingatkan, new normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bertujuan memulihkan secara bertahap semua aspek kehidupan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa melakoni lagi kegiatan-kegiatan produktif dan keagamaan. Pemulihan di sektor industri dan perdagangan memungkinkan para karyawan kembali bekerja.

Kendati pemerintah pusat sudah menyatakan penerapan protokol kesehatan new normal akan didukung TNI dan Polri, para kepala daerah tetap harus proaktif. Yakni untuk memastikan new normal berjalan dengan baik dan mencapai target.

Baca Juga: Bamsoet Minta Aparat Antisipasi Arus Balik Lebaran

"Tolok ukur utamanya adalah menurunnya jumlah pasien Covid-19. Jangan sampai new normal justru menjadi penyebab gelombang kedua penularan Covid-19. Dan jangan sampai penerapan new normal yang terlalu kaku menimbulkan kegaduhan dalam penerapannya di lapangan," ujar Bamsoet, Kamis (28/5/2020).

Maka itu, diapun mengimbau para kepala daerah agar segera dan secara intensif menyosialisasikan protokol kesehatan. Agar bisa menjangkau semua rumah tangga atau keluarga, kegiatan sosialisasi protokol kesehatan itu hendaknya melibatkan semua aparatur daerah.

"Dari birokrasi atas di daerah, hingga pengurus RT/RW, harus terlibat. Libatkan dan kerahkan para camat, lurah hingga pengurus RT/RW atau kepala desa. Target sosialisasi harus menjangkau seluruh keluarga, sehingga setiap individu paham dan mempraktikan protokol kesehatan itu," kata Bamsoet.

Baca Juga: Pembukaan Sektor Pariwisata Butuh Satu Bulan

Protokol kesehatan new normal tengah dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan new normal itu mencakup mobilitas masyarakat, pergerakan warga di pusat belanja, pasar tradisional, tempat wisata hingga di tempat kerja atau perkantoran dan sentra-sentra kegiatan industri.

Bagi Bamsoet, selain mall dan area komersial lainnya, perlu juga dipertimbangkan untuk segera melonggarkan rumah-rumah ibadah dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan. "Dan harus segera ditambah lagi, pelonggaran rumah-rumah ibadah,” tegas Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com