Anggota DPR Apresiasi Polisi Tangkap Penyebar Ujaran Kebencian tentang Dirinya

Anggota DPR Apresiasi Polisi Tangkap Penyebar Ujaran Kebencian tentang Dirinya
Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto: Beritasatu.com)
Yeremia Sukoyo / FMB Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II, Mulyadi mengapresiasi kinerja Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumbar yang telah menelusuri keberadaan akun palsu media sosial yang telah menyebar ujaran kebencian terhadap dirinya.

"Kami mengapresiasi Polda Sumbar yang telah mengungkap kasus yang banyak merugikan masyarakat ini," kata Mulyadi, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/4/2020).

Menurutnya, penyebaran ujaran kebencian melalui akun palsu Medsos sudah mencederai sportivitas berpolitik dan tidak memberi pendidikan yang baik terhadap masyarakat. Aktivitas tersebut juga mencederai kehidupan demokrasi di Indonesia.

Dirinya mengakui, sesungguhnya tidak ingin memperpanjang kasus tersebut. Mulyadi ingin fokus bekerja untuk masyarakat, dan jika kasus itu ada kaitannya dengan Pilgub, seharusnya dilakukan dengan menawarkan program, bukan dengan kampanye hitam melalui fitnah dan ujaran kebencian.

"Sebagai tokoh masyarakat yang ikut kontestasi politik harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Mari kita sama-sama memberikan kinerja yang terbaik untuk masyarakat. Memberikan program yang sudah kita buat selama ini ke masyarakat dan memberikan program terbaik untuk masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Agam, Sumatera Barat, Indra Catri diperiksa polisi atas dugaan ujaran kebencian melalui media sosial (Medsos) terhadap Anggota DPR, Mulyadi. Tidak hanya Bupati Agam, pemeriksaan juga dilakukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Martias Wanto.

Kasus itu sendiri dilaporkan elemen masyarakat dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr. Masyarakat melaporkan hal itu karena tidak terima tokoh masyarakat Agam dan Sumatera Barat itu diserang ujaran kebencian.

Mulyadi merupakan Anggota DPR dapil Sumatra Barat II dengan perolehan suara terbanyak Sumatera Barat pada Pileg 2014 dan 2019 lalu. Kabupaten Agam adalah penyumbang suara terbanyak untuk Mulyadi. Hal ini dikarenakan Mulyadi berasal dari Bukit Tinggi-Agam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto, menjelaskan, akun palsu itu sebetulnya sudah ada sejak dua tahun lalu dan cukup meresahkan masyarakat. Banyak korban pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang ditebar oleh akun itu.

"Akun itu mengunggah foto yang disertai dengan kalimat ujaran kebencian dan pencemaran nama baik," kata Stefanus Bayu Setianto. 



Sumber: BeritaSatu.com