Klaster UMKM dalam RUU Ciptaker Ditargetkan Segera Rampung

Klaster UMKM dalam RUU Ciptaker Ditargetkan Segera Rampung
Anggota DPR dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / WM Kamis, 4 Juni 2020 | 13:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Baidowi menegaskan, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) di klaster usaha mikro kecil menengah (UMKM) ditargetkan segera rampung. Baidowi menyatakan, panitia kerja (panja) terus menggelar rapat di tengah masa reses.

"Pembahasan di masa reses ini sudah seizin pimpinan. Ini juga sesuai peraturan perundangan, dan pembahasan di panja ini sangat terbuka, bisa diakses semua publik. Di bidang UMKM, kemudahan perizinan ini yang paling utama," kata Baidowi saat kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Menutur Baidowi, Baleg ingin membuktikan kepada publik bahwa RUU Ciptaker justru sangat bermanfaat dengan lingkup yang sangat luas. Misalnya mendorong kemajuan UMKM di Indonesia. Artinya bukan hanya soal ketenagakerjaan yang selama ini selalu mengundang pro kontra di masyarakat.

"Biasanya UMKM itu harus mengurus hingga tiga izin, kita upayakan melalui RUU Cipta Kerja cukup satu izin tapi mencakup semua termasuk SNI dan sertifikat halal," ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Selain itu, Baidowi menjelaskan, persyaratan pembuatan usaha juga akan menjadi perhatian dengan memastikan kemudahan membuat usaha tingkat menengah. Tak hanya itu, perdebatan yang konstruktif juga terjadi saat pembahasan soal data tunggal UMKM.

"Ini supaya kita tahu data yang valid jumlahnya berapa, ini penting sekali supaya jika ada stimulus-stimulus dari pemerintah untuk membantu UMKM, ini bisa efektif," jelas Baidowi.

Menurut Baidowi, klaster UMKM di RUU Ciptaker tentu bakal diselesaikan secepatnya. Sementara Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) perkoperasian nomor 130-148 yang diputuskan ditunda, dibahas kembali dalam rapat kerja lanjutan.

"Ada beberapa yang lainnya perlu perbaikan redaksional. Ya diusahakan secepat mungkin, tapi pasti ada dinamika pembahasan ya," demikian Baidowi



Sumber: BeritaSatu.com