Peserta Pilkada Wajib Taati Aturan

Peserta Pilkada Wajib Taati Aturan
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (ketiga kanan) dan Hasyim Asyari (kedua kanan) bersama Tim Kuasa Hukum KPU menyerahkan berkas jawaban gugatan sengketa hasil Pemilu Legislatif (Pileg) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat 5 Juli 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao.)
Carlos KY Paath / WM Jumat, 5 Juni 2020 | 23:28 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia , Sri Nuryanti berharap setiap peserta Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 menaati aturan. Misalnya tidak mengerahkan massa ketika kampanye.

“Peserta pilkada harus taati ketentuan. Tidak kerahkan massa pada waktu kampanye. Mencegah kerumuman di masa pandemi Covid-19. Optimalkan teknologi informasi,” kata Sri dalam diskusi "Mengawal Demokrasi Di Tengah Pandemi, Menakar Kesiapan Pilkada Serentak 2020", Jumat (5/6/2020).

Menurut Sri, pemilih pun sepatutnya menggunakan hak pilih dengan bertanggungjawab. “Mampu menggunakan pilihan rasional dalam menentukan pilihan. Kita berharap pemilih lebih membaca program ketimbang performa fisik pasangan calon. Pemilih juga harus tidak mudah terhasut provokasi, dan tidak menghalangi penggunaan hak pilih,” ucap Sri.

Pada kesempatan itu, Sri menuturkan, surat dari Kofi Anan Foundation menyebut demokrasi jangan menjadi korban pandemi. Sri menjelaskan, penyelenggaraan pemilu atau pilkada dapat dilakukan sepanjang ada payung hukum. Selain itu dukungan dari DPR, pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sri menuturkan KPU dan Bawaslu pun harus bisa menyampaikan agenda setiap tahapan kepada publik. “Perubahan metode dari KPU dan Bawaslu penting dikomunikasikan. Teman-teman KPU juga perlu pertimbangkan hal khusus seperti orang yang kemungkinan tidak terwakili atau melaksanakan haknya sebagai pemilih,” kata Sri.



Sumber: BeritaSatu.com