Golkar: Survei di Tengah Pandemi, Pasti Hasilnya Jelek terhadap Pemerintah

Golkar: Survei di Tengah Pandemi, Pasti Hasilnya Jelek terhadap Pemerintah
Nurul Arifin. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / JAS Minggu, 7 Juni 2020 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin mengemukakan menjalankan kegiatan survei di tengah pandemi virus Corona atau Covid 19 seperti sekarang pasti hasilnya jelek terhadap pemerintah. Beda jika survei dilakukan dalam kondisi normal maka hasilnya bisa obyektif.

"Survei kan menyangkut perasaan. Analoginya seperti selebriti ditanya perasaannya setelah sumainya meninggal. Pasti jawaban semua hal-hal prihatin. Ini juga sama. Tidak ada keceriaan dalam masyarakat. Tidak ada perasaan senang, sekalipun ada bantuan sosial (Bansos). Kalau sekarang, pasti kurang dan kurang terus," kata Nurul di Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Ia tampil sebagai salah satu penanggap hasil survei Indikator bertema "Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Covid 19, Kinerja Ekonomi dan Dampak Politiknya".

Dia menjelaskan melakukan survei dalam situasi sekarang akan menyulitkan bagi pemerintah. Seolah-olah pemerintah tidak bekerja dan masyarakat selalu merasa kurang.

Dia bersyukur Indonesia adalah satu dari empat negara besar yang pertumbuhannya positif di tengah pandemi sekarang. Indonesia juga tidak sampai kacau (chaos) karena dampak Covid 19.

"Kalau survei dalam situasi normal pasti beda hasilnya. Kalau sekarang pasti minus semuanya. Tapi kita harus bersyukur Indonesia sanggap menjaga ekonominya sehingga tidak chaos," ujar Nurul yang juga anggota Komisi I DPR.

Dia juga bersyukur dari angka-angka yang dihasilkan dari survei Indikator tidak menakutkan. Artinya, tidak terlalu jelek bagi pemerintah karena situasinya abnormal. Jika situasi normal, dia yakin kondisi bangsa ini bisa lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Pemerintah sudah bekerja serius. Buktinya, di tengah pandemi seperti sekarang, ekonomi Indonesia masih berada di angka 2 persen lebih. Kemudian nilai tukar rupiah terhadap dolar juga terkenali. Sekarang bahkan sudah hampir di bawah Rp 14.000. Jadi pemerintah Jokowi sudah kerja keras dan ada hasilnya," tutur Nurul.

Dia mengapresiasi penilaian masyarakat yang rasional dan realistis terhadap situasi sekarang. Mereka tidak menyalahkan pemerintah. Malahan banyak juga masyarakat yang apresiasi terhadap kerja pemerintah dan gugus tugas penanganan Covid 19 di daerah masing-masing.

"Masyarakat kita sudah cerdas. Ini kita patut apresiasi," tutur mantan artis ini. 



Sumber: BeritaSatu.com