Dukungan DPD Gerindra ke Prabowo Berkorelasi dengan Skenario Pemilu 2024

Dukungan DPD Gerindra ke Prabowo Berkorelasi dengan Skenario Pemilu 2024
Prabowo Subianto. (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / RSAT Senin, 8 Juni 2020 | 19:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, menilai, dukungan 34 DPD kepada Prabowo Subianto untuk memimpin kembali Gerindra berkorelasi dengan skenario pemilu 2024.

"Setidaknya ada tiga alasan mengapa akhirnya seluruh pengurus DPD Partai Gerindra bersepakat mendukung Prabowo menjadi Ketua Umum," kata Karyono, di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Karyono mengatakan sekurang-kurangnya ada tiga alasan. Pertama, Gerindra akan mengusung Prabowo menjadi calon presiden kembali pada pilpres 2024. 

Kedua, pengurus Gerindra memang sengaja menjadikan Prabowo sebagai magnet untuk menarik pemilih, minimal mempertahankan perolehan suara pemilu 2019 lalu jika skenarionya Prabowo tidak maju lagi sebagai capres pada pemilu 2024 yang akan datang.

"Ketiga, tentunya memposisikan Prabowo sebagai figur pemersatu partai agar Gerindra tetap solid," ungkapnya.

Karyono mengatakan, bagi Gerindra, figur Prabowo adalah aset utama, selain sebagai "pemilik saham" terbesar di Partai Gerindra. Sosok mantan Danjen Koppasus itu masih memiliki pengaruh untuk menarik pemilih.

"Dengan adanya dukungan bulat dari seluruh DPD, mengafirmasi sosok Prabowo masih menjadi figur tunggal di internal Gerindra yang paling kuat pengaruhnya," ujarya.

Menurutnya, sebagai ketua umum partai, untuk menjadi capres tinggal beberapa langkah lagi. Tiket capres sudah di depan mata, namun lagi-lagi keputusan ada di tangan Prabowo.

"Akan tergantung keputusan Prabowo masih ingin maju atau tidak. Tapi jika melihat gelagatnya, Gerindra masih nafsu untuk mengusung ketua umumnya," kata Karyono.

Saat ini dirinya meyakini, jika dilihat dari geliat Prabowo juga mengindikasikan masih adanya nafsu untuk maju menjadi capres pada pemilu 2024 mendatang.

Pertanyaan kemudian, seberapa besar peluang kemenangan Prabowo pada pilpres 2024? Jika dilihat dari posisi survei saat ini, figur Prabowo untuk sementara memang masih menempati posisi teratas. Hal itu pula yang memicu libido politik Gerindra ingin mengusung Prabowo kembali dalam kontestasi pilpres 2024 mendatang.

"Dari sejumlah data survei sementara memang menunjukkan Prabowo masih memiliki peluang. Tapi bukan berarti Prabowo bisa mulus melenggang menjadi orang nomor satu di Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, takdir bisa saja berkata lain jika Prabowo tidak mampu melewati berbagai tantangan dan hambatan di pemilu 2024. Pasalnya, dinamika politik ke depan hingga menuju 2024 masih panjang.

"Sehingga pergulatan politik dalam waktu 4 tahun mendatang bisa mengubah keadaan karena berbagai kemungkinan masih bisa terjadi," ujarnya.

Hasil survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia memberikan sinyal perubahan peta dukungan figur-figur capres 2024. Ada kecenderungan elektabilitas Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa mengalami tren penurunan.

Sementara Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil mengalami kenaikan. Hasil survei tersebut mengafirmasi analisis peta dukungan capres bahwa pertarungan pilpres masih dinamis karena masih terjadi volatilitas atau dukungan yang masih naik turun.

"Maka tidak mustahil, figur Ganjar Pranowo dalam tempo waktu tertentu bisa melampaui Prabowo. Begitu pula sebaliknya. Elektabilitas Prabowo dan figur lainnya bisa melonjak," tutupnya. 



Sumber: BeritaSatu.com