PKB Ingin Angka Presidential Threshold 10%

PKB Ingin Angka Presidential Threshold 10%
Ilustrasi PKB (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / CAH Kamis, 11 Juni 2020 | 14:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginginkan angka ambang batas partai politik (parpol) atau gabungan parpol mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden atau presidential threshold (Pres-T) sebesar 10 persen. Tujuannya agar menghindari tajamnya polarisasi dukungan terhadap paslon yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Kami mendorong agar presidential threshold diturunkan hingga 10 persen, sehingga dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) mendatang dimungkinkan munculnya lebih dari dua paslon. Dengan demikian rakyat lebih banyak opsi untuk memilih pemimpin mereka," ujar Sekretaris Fraksi PKB DPR Fathan Subchi kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Fathan menuturkan berkaca pengalaman Pilpres 2014 dan 2019, angka Pres-T 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pemilu sebelumnya, terlalu berisiko terhadap soliditas bangsa. Tingginya ambang batas tersebut, lanjut Fathan, hanya berdampak pada minimnya keikutsertaan paslon. 

Baca Juga: PKS Dukung Kenaikan Parliamentary Threshold, tapi Tidak 7%

Akibatnya dalam dua kali perhelatan Pilpres tersebut yang muncul hanya dua pasangan calon sehingga memunculkan polarisasi dukungan yang begitu tajam di tengah masyarakat. "Kami menilai polarisasi dukungan di tengah tingginya keragaman serta kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia sangat berbahaya. Pengalaman di 2014 dan 2019 menunjukkan betapa masyarakat begitu terbelah, bahkan hingga saat ini kalo kita lihat di media sosial aroma perpecahan itu masih terasa," ujar Fathan.

Fathan optimistis dengan angka Pres-T 10 persen, maka peluang munculnya lebih dari dua paslon sangat terbuka. Semakin banyak kesempatan dari putera-puteri terbaik bangsa untuk ikut berkompentisi menjadi presiden dan wakil presiden. Fathan menambahkan, penurunan Pres-T ini juga harus diikuti dengan penghapusan redaksi "atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR Sebelumnya".

Baca JugaTujuh Parpol Tolak Kenaikan Parliamentary Threshold

Basis perhitungan Pres-T, ungkap Fathan, didasarkan pada jumlah suara nasional yang diperoleh parpol yang memiliki kursi DPR. Sementara terkait angka ambang batas parpol lolos parlemen atau parliamentary threshold (PT), Fathan menyatakan, PKB mengusulkan 7 persen

"Batasan 7 persen ini akan menciptakan lembaga parlemen yang sederhana dan stabil. Kami ingin lembaga parlemen di masa depan kian ramping sehingga menyederhanakan proses-proses politik dalam pelaksanaan fungsi sebagai wakil rakyat baik dalam hal pengawasan, anggaran, maupun proses legislasi," ucap Fathan. 



Sumber: BeritaSatu.com